< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gaji Warga Besar, Inflasi Cilegon Tertinggi

Kamis, 09 Maret 2017 | Kamis, Maret 09, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-09T02:49:02Z

Kepala BI Banten Budiharto Setyawan (tengah) menyampaikan analisis BI pada konferensi pers KEKR triwulan IV tahun 2016 di kantor BI Banten, Selasa (7/3).

SERANG - Kota Cilegon menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi se-Banten pada kuartal IV Tahun 2016. Beberapa penyebabnya, harga-harga bahan pokok di kota baja tersebut melambung lebih tinggi dibanding daerah lain, serta komitmen pengendalian inflasi tidak sepenuhnya menjadi prioritas oleh pemda setempat.Hal tersebut terungkap pada konferensi pers Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di kantor bank tersebut, Selasa (7/3)."Inflasi Kota Cilegon merupakan yang tertinggi yaitu 4,22 persen, diikuti Kota Serang 3,26 persen, dan Kota Tangerang 2,65 persen,” ujar Kepala BI Banten Budiharto Setyawan kepada wartawan didampingi Kepala Tim Advisory dan Ekonomi Keuangan BI Banten Duddy Adiyatna, dan Analis Ekonomi Fungsi Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Banten Jennydar Oseva.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, kondisi inflasi Kota Cilegon sepanjang Tahun 2016 tercatat masing-masing, triwulan I  5,23 persen, triwulan II 4,68 persen, triwulan III 3,8 persen dan triwulan IV 4,22 persen. “Alasan kenapa inflasi Cilegon itu tinggi, karena ada beberapa komoditas seperti cabai dan bawang pergerakan harganya tidak sesuai dengan kota lain, seperti Tangerang dan Serang. Misalnya harga cabai di Serang dan Tangerang sudah turun, tapi di Cilegon itu harganya masih mahal,” ujar Analis Ekonomi BI Banten Andayani Kumaladewi.Wanita yang akrab dipanggil Anday ini menyebut, kenaikan harga tersebut terjadi karena pemenuhan komoditas dan kebutuhan pokok masih mengandalkan dari daerah lain. “Dari sisi distribusi juga, salah satu faktornya Kota Cilegon itu bukan daerah produsen. Jadi karena dia bukan daerah produsen, pemenuhan barang-barang komoditasnya, makanan terutamanya dan barang-barang holtikultura itu harus diambil dari daerah lain,” terang Anday.Cuma yang menjadi persoalan, lanjut Andai, beberapa daerah yang menjadi pemasok komoditas dan barang-barang di Kota Cilegon diambil dari daerah yang notabenenya bukan produsennya langsung. Sehingga, rantai distribusinya cukup panjang dan harga-harga yang seharusnya sudah turun dan murah, harganya tetap tinggi. “Jadi dia itu misal ngambil di Serang, dari Lampung atau dari daerah lain. Cuman, kalau dia ngambil dari Serang, pedagang yang dari Serang juga ngambilnya dari Tangerang. Jadi peta distribusinya itu kurang efisien. Karena kalaupun ngambil dari Tangerang harganya sudah naik,” katanya.Sementara itu, Analis Ekonomi Fungsi Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Banten Jennydar Oseva mengatakan, selain pengaruh rantai distribusi yang terlalu panjang ketimbang daerah Tangerang, faktor lain tingginya inflasi di Cilegon disebabkan pegawai industri yang pada umumnya mendapat gaji besar tidak terlalu sensitif  walaupun harga-harga mengalami kenaikan. “Faktor pertama, dia memang bukan produsen pangan strategis, kedua memang rantai pasokannya lebih panjang dibandingkan dengan kota lainnya, ketiga memang penghasilan masyarakatnya juga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kota lainnya Jadi sensitifitas kenaikan harganya itu lebih kecil,” katanya. “Sebenernya sih ini harus menjadi perhatian yang ada di sana, dinas-dinas terkait yang ada di Cilegon, untuk lebih aware (peduli) angka inflasi merekanya yang lebih tinggi,” katanya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update