SERANG – Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi
(Disdagperinkop) Kota Serang memastikan harga kebutuhan pokok selama
bulan Ramadan besok akan tetap stabil.
Hal tersebut mengingat stok kebutuhan sembako yang tersedia di Badan
Urusan Logistik (Bulog) untuk Wilayah Jakarta-Banten masih mencukupi
yakni sebanyak 8 ribu ton diantaranya beras, gula, minyak goreng,
terigu, telur, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Jumlah ini
sudah mampu memenuhi kebutuhan selama enam bulan ke depan.
Kepala Disdagperinkop Kota Serang, Akhmad Benbela mengatakan, dari
stok Bulog yang masih tersedia dinilai jumlah tersebut sudah dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan. Namun apabila
sewaktu-waktu sebelum atau saat bulan Ramadan harga sembako mengalami
peningkatan, maka Disdagperinkop Kota Serang akan menggelar operasi
pasar.
“Harapan dari pemerintah dan hasil rapat dengan Pemerintah Provinsi
Banten itu akan diupayakan harga stabil, karena stok dari Bulognya
cukup,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis
(27/4).
Menurutnya, salah satu penyebab melonjaknya harga sembako yakni
karena penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung
jawab. Namun sejauh ini belum didapatkan informasi yang berkaitan dengan
upaya penimbunan sembako.
“Sampai dengan hari ini belum ada informasi penimbunan terkait dengan
penimbunan sembako, yang ada para grosir itu kekurangan,” ujarnya.
Sedangkan saat ini, harga kebutuhan pokok di pasar induk di Kota
Serang belum mengalami kenaikan signifikan, meskipun cuaca sedang tidak
menentu. Hanya ada beberapa harga kebutuhan yang sudah mengalami
kenaikan, tapi masih relatif terjangkau. “Cabai merah sudah naik, dari
Rp36 ribu sekarang naik jadi hampir Rp50 ribu,” katanya.
Sebelumnya, ia mengatakan, faktor yang juga mempengaruhi kenaikan
harga adalah cuaca dan distribusi sayuran menuju pasar. “Mayoritas
pedagang di Kota Serang kan mendapatkan bahan-bahan dagangannya dari
luar Kota Serang. Jadi dalam distribusinya itu memakan banyak biaya
sehingga mempengaruhi harga komoditas tersebut,” katanya.

.gif)