LEBAK, KONTAK BANTEN — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong pencak silat menjadi muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk membangun keberanian, meningkatkan kepercayaan diri generasi muda, sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.
Dorongan tersebut disampaikan Dimyati saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Santri Championship 2026 tingkat Provinsi Banten dan Jawa Barat di Auditorium Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Kabupaten Lebak, Jumat.
Menurut Dimyati, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Melalui pencak silat, kita melestarikan budaya. Pencak silat juga mengajarkan kita membela yang benar dan membantu yang lemah. Maka, saya ingin pencak silat ini dapat masuk ke sekolah, baik melalui mulok atau ekstrakurikuler,” kata Dimyati.
Ia menegaskan, pengenalan pencak silat sejak dini penting agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri tradisional Indonesia.
Pesantren Berperan Membentuk Generasi Berkarakter
Dimyati mengapresiasi Pondok Pesantren Modern Darel Azhar yang menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan bela diri.
“Saya salut dengan Pondok Pesantren Darel Azhar. Pondok pesantren ini mengajarkan agama sekaligus mengajarkan silat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pencak silat di lingkungan pendidikan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda, baik dari sisi kesehatan fisik, mental, maupun pembentukan karakter.
Diikuti 1.098 Siswa dan Santri
Ketua Pelaksana Pencak Silat Santri Championship 2026, Ues Surkuni, menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut diikuti 1.098 siswa dan santri dari berbagai daerah di Provinsi Banten dan Jawa Barat.
Peserta berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Sukabumi, Bogor, Indramayu, dan Purwakarta.
Menurut Ues, kejuaraan ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan bela diri, meningkatkan kebugaran, serta mempersiapkan diri agar mampu berperan positif di tengah masyarakat.
“Santri itu menegakkan kebenaran, maka fisiknya harus sehat,” katanya.
Melalui kejuaraan ini, pencak silat diharapkan semakin diminati generasi muda dan berkembang bukan hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter serta pelestarian budaya bangsa.

.gif)