Pondok Pesantren Darul Ulum Agung Bumiayu, Kedungkandang, Malang,
Jawa Timur ternyata memiliki kelebihan menghasilkan santri yang juga
berpredikat atlet crosser nasional.
Menpora Imam Nahrawi bersama
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Agung Mudjib Mustain Romli
menghadiri Peringatan Nisfu-Sya'ban di Pondok Pesantren Darul Ulum Agung
Bumiayu, Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5) malam. Ada
yang menarik di dalam ponpes modern ini, yakni banyaknya motor trail
yang telah menjadikan beberapa santrinya atlet crosser nasional.
"Karena
Gus Mudjiblah maka sekarang banyak pebalap muda crosser muda tanah air
yang berasal dari santri," ucap Menpora. Menurutnya, Ponpes Darul Ulum
Agung nantinya akan didorong menjadi ponpes percontohan olahraga
khususnya cabang olahraga balap motor trail.
"Contohnya Pak
Presiden bersama Panglima TNI kemarin datang ke Papua melihat langsung
proses pembukaan jalan menggunakan motor trail, saat ini santri juga
harus cakap membawa kemahiran di bidang olahraga dan bidang lain," kata
Menpora.
Tahun 2015 dan 2017 lanjutnya, pemerintah melalui
Kemenpora telah membuat program bernama Liga Santri Nusantara, di tahun
2016 pesertanya 987 ponpes di tahun 2017 ini kami harapkan lebih dari
1300 ponpes akan ikut ambil bagian. "Di tahun 2018 nanti minimal ada
2000 ponpes yang menjadi peserta tetapi hanya di umur 18, dua tahun
berjalannya LSN banyak sekali perkembangan positif," urainya.
Dalam
sambutannya, Menpora yang merupakan lulusan pesantren ini mengajak para
hadirin untuk berhati hati dalam menerima informasi yang mengancam
kehancuran persatuan bangsa. "Kami pemerintah menyampaikan terima kasih
kepada alim ulama yang telah menjaga kesatuan NKRI dengan ikhlas, saya
mohon doa restu semoga tugas kami di Kemenpora dapat berjalan lancar,
baik, aman dan sentosa," tutur Menpora.
"Salam kepada putra putri
bapak ibu sekalian untuk mewaspadai adanya narkoba, pornoaksi,
pornografi, terorisme, radikalisme jangan sampai masuk ke ponpes dan
keluarga kita tutupnya

.gif)