![]() |
| Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah |
JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI
Jakarta, Andri Yansyah mengatakan pemintaan Pemkot Tangerang terkait
pembangunan jalan layang Koridor XIII hingga Central Business District
(CBD) Ciledug akan dibahas bersama pemerintah pusat.
Pembahasan, disebut Andri akan dilakukan bersama sejumlah kementerian untuk membahas pembiayaan pembangunan.
“Kita akan bahas dengan melibatkan Bappenas, Kementerian PU Pera,
Kenterian Perhubungan dan Kementerian Keuangan. Kita nanti bicara
pembiayaannya seperti apa,” ujarnya di Balaikota Jakarta, Jumat
(12/5/2017).
Sebelumnya, Pemkot Tangerang meminta jaminan pembangunan jalan layang
hingga Central Business District (CBD) Ciledug kepada Pemprov DKI
Jakarta. Karena permintaan tersebut, uji coba koridor XIII sempat
terhenti.
Andri menjelaskan, Pemkot Tangerang pada dasarnya mendukung
pembangunan Koridor XIII tersebut. Pasalnya adanya koridor XIII tidak
hanya memguntungkan warga DKI, namun juga dapat dinikmati warga
Tangerang.
Andri mengatakan pihaknya saat ini sudah menyusun Rencana Anggaran
Pembiayaan (RAB) sebesar RP1.7 triliun untuk pembangunan jalan layang
sepanjang 5 kilometer hingga CBD Ciledug. Anggaran sebesar sudah
termasuk pembangunan halte.
“Kalau RAB yang sudah kita buat Rp1,7 triliun, termasuk untuk
pembangunan halte. Terdapat 6 halte yang harus dibangun sampai CBD,”
jelas Andri.
Koridor XIII yang membentang dari kawasan Ciledug sampai Tendean ini
memiliki 12 halte. Diprediksi, ada 24 ribu penumpang yang diangkut
menggunakan koridor 13 setiap harinya dengan waktu tempuh sekitar 30
menit. Koridor ini direncabakan mulai beroperasi 22 Juni 2017 mendatang.
(

.gif)