< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pilkada Lebak Dipastikan Kurang Gereget

Rabu, 03 Mei 2017 | Rabu, Mei 03, 2017 WIB | Last Updated 2017-05-03T08:01:05Z
 
RANGKASBITUNG – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak 2018, dipastikan kurang gereget. Soalnya, seluruh partai politik (parpol) di daerah itu terafiliasi atau memiliki hubungan dekat dengan mantan Bupati Lebak dua periode, Mulyadi Jayabaya (JB), orangtua Iti Octavia Jayabaya.
Pengamat politik Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) Agus Sutisna mengatakan, pernyataan Sanuji yang siap maju pada Pilbup 2018 dinilai belum sungguh-sungguh. Apalagi, lima tahun lalu, Sanuji pernah menyatakan kesiapan untuk maju dan akhirnya batal. “Saya belum yakin, Sanuji bakal maju di Pilbup Lebak. Apalagi, Pak Dian mengusulkan paket Sanuji-Hasby Jayabaya. Ini seperti permainan. Kenapa enggak Iti-Sanuji,” kata Agus kepada Radar Banten, kemarin.
Menurut Agus, jika parpol tidak berani melawan kekuatan politik lokal maka kekuatan masyarakat sipil bisa mendorong calon alternatif untuk maju, yakni melalui jalur perseorangan. Namun, mereka harus melakukan survei terlebih dahulu terhadap kinerja petahana. Jika memang perlu ada pembaruan di Lebak, kata Agus, maka calon alternatif harus didorong. Akan tetapi, jika masyarakat puas terhadap duet Iti-Ade Sumardi dan tidak menghendaki adanya perubahan maka kemungkinan besar Pilbup Lebak hanya diikuti satu pasang calon. “Tapi, politik itu dinamis. Saya yakin, akan muncul kejutan di Pilbup Lebak 2018 yang akan datang,” terangnya.
Dikatakannya, koalisi parpol di luar pemerintahan bisa dibangun untuk melawan petahana. Misalnya, Gerindra-PKS atau koalisi Golkar dengan partai berbasis Islam yang memiliki kursi di DPRD Lebak. Walaupun demikian, Agus pesimistis koalisi yang dilakukan Golkar di 2013 bakal terjadi pada 2018 yang akan datang. “Namun demikian, saya apresiasi terhadap beberapa bakal calon yang siap maju di Pilbup Lebak. Mereka punya keinginan dan niatan sama, yakni mengabdi dan membangun Lebak agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Terpisah, mantan aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Unro Al-Juhri mengatakan, tidak meragukan integritas dan loyalitas Sanuji Pentamarta. Namun, dalam kontestasi pilkada, Sanuji juga membutuhkan pendamping yang memiliki isi tas. “Kalkulasinya, jika Iti-Ade Sumardi maju kembali, perlu disusun kekuatan di luar kedua partai tersebut. PKS bisa berkoalisi dengan seluruh partai di luar PDIP dan Partai Demokrat,” ungkap Unro.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Jaenal Faozi menyatakan, sampai sekarang belum ada pembahasan mengenai arah koalisi Partai Gerindra di Pilbup Lebak. Dia dan pengurus partai akan menunggu arahan dari DPD Gerindra Banten dan DPP Gerindra. Namun, katanya, pembicaraan santai dengan rekan-rekan pengurus partai politik sudah dilakukan. “Pembicaraannya enggak serius, karena sambil bercanda,” kata lelaki yang akrab disapa Eeng ini.
Menurutnya, koalisi parpol di luar pemerintahan bisa dilakukan di Lebak. Akan tetapi, kata dia, hal itu tergantung dari instruksi dari DPP di Jakarta. Karenanya, DPC Gerindra Kabupaten Lebak bakal melakukan penjaringan terlebih dahulu. Setelah itu, baru diusulkan kepada DPP Gerindra di Jakarta. “Saya kira, calon alternatif untuk menjadi penantang petahana cukup terbuka. Apalagi, Pak Sanuji sudah menyatakan kesiapan untuk maju. Walaupun, parpolnya belum bisa mengusulkan Sanuji untuk maju, karena masih membutuhkan lima kursi di DPRD Lebak. Artinya, PKS harus mencari teman koalisi,” katanya. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update