< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Warga NTB Mengungsi ke Bali

Tuesday, 21 August 2018 | Tuesday, August 21, 2018 WIB | Last Updated 2018-08-21T13:59:45Z
Retak Akibat gempa - Sejumlah orang melintas di areal parkir ruang tunggu yang retak akibat gempa, di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Retakan areal parkir sedalam sekitar 1 meter tersebut akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok pada Minggu (19/8) malam pukul 22.56 Wita.

MATARAM - Gelombang eksodus masyarakat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali terjadi pascagempa bumi susulan berkekuatan 6,9 skala Richter pada Minggu (19/8) malam.
Bahkan, jumlah warga yang meninggalkan Kota Mataram menuju ke tempat aman, lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, korban gempa di Kabupaten Lombok Utara telah mengungsi hingga ke Kabupaten Jembrana, Bali, dengan menumpang di rumah saudaranya.
“Saya memutuskan ke Jembrana karena mencari tempat yang lebih aman,” kata Chairul Umar, 25 tahun, pengungsi dari Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, yang mengungsi bersama istri serta dua anaknya ke Dusun Ketapang, Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Senin (20/8).
Chairul menambahkan, anaknya mengalami trauma akibat gempa setelah sempat beberapa hari hidup di pengungsian di Lombok Utara, akhirnya memutuskan pulang ke rumah ibunya di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Namun, karena pertimbangan keamanan serta mencari pekerjaan sementara, Chairul bersama keluarga akhirnya pindah ke Jembarana, Bali, pada Jumat (17/8) lalu.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengatakan kali ini jumlah masyarakat yang meninggalkan rumah lebih besar dibandingkan gempa pada minggu pertama Agustus.
“Bahkan, jumlah masyarakat yang meninggalkan rumahnya untuk mengungsi kali ini lebih besar dan sporadis,” kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, di Mataram, Senin.
Berdasarkan data BPBD Kota Mataram, jumlah pengungsi pada 16 Agustus 2018 sebanyak 93.073 orang. Kini jumlah ini diperkirakan bertambah.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update