![]() |
| Liues Sungkharisma/Net |
JAKARTA-Tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma ikut bergembira Basuki Tjahaja
Purnama alias Ahok akhirnya bisa menghirup udara bebas pada hari ini
(Kamis, 24/1).
Informasi beredar, mantan gubernur DKI Jakarta itu telah keluar dari
Rumah Tahanan Cabang Salemba, Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat
sejak pukul setengah 8 pagi tadi.
"Baguslah, pasti dia akan punya perubahan yang besar karena kan 'sekolah' setahun lebih mendewasakan dia," ujar Lieus berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.
Ahok dalam kondisi baik. "Cuma ya dia belum mau ketemu saya," tambah Lieus.
Sudah seringkali dia berupaya membesuk Ahok selama mendekam di sel tahanan tapi ditolak. Alasan Ahok sendiri, Lieus mengaku tidak tahu persis. "Nggak tahu ya, menurut pendetanya nanti saja tunggu keluar," imbuh Lieus.
Bahkan upayanya membesuk lewat pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana pun tetap saja gagal.
"Jaya Suprana juga ditolak. Pak Jaya sudah melalui beberapa channel, tapi tidak berhasil," singgung Lieus.
Ia ingat terakhir tahun 2017 lalu pada saat hari kelahiran eks bupati Belitung Timur itu.
"Di grup itu ada yang bilang, hari ini Ahok ulang tahun Lieus. Saya kirim kembang sama buah. Kita kirim lewat tukangnya (kembang dan buah) tapi memang nggak ada respon," ulas Lieus.
Lieus mengaku bisa memaklumi kekesalan Ahok terhadap dirinya. Tapi ia pribadi tidak ada rasa kesal apalagi benci terhadap Ahok.
"Kita tidak benci dengan dia, tidak ada urusan pribadi. kecuali cara dia mimpin, kita berbeda pandangan, dan dia tetap sahabat saya," terang Lieus.
"Soal dia nggak mau, itu urusan dia," sambungnya.
Hanya saran dia buat Ahok agar tidak buru-buru mengambil keputusan politik apapun setelah terbebas dari jeruji sel. Sebab, menurut Lieus, resikonya terlalu besar. Ahok bisa jatuh.
"Janganlah, lebih wise, istirahatlah, jangan berpihak. Dia berhak, tapi dia benar belum tentu baik dalam politik. Lebih baik dia istirahat sampai 17 April siapa yang menang, di situ dia boleh bersikap," hemat Lieus.
Namun masih kata Lieus, semua itu tergantung Ahok. "Apalagi dia baru sekolah, mungkin lebih canggih lagi," cetusnya.
Satu lagi pesan dia, Ahok menyapa kawan-kawan lama seperti Jaya Suprana juga dirinya.
"Sesuai janji dia, Jaya Suprana, Lieus kan boleh dia undang makan. Kita kan lebih tua dari dia karena niatan Jaya Suprana besuk dia di Mako Brimob, dan saya kan baik walaupun berbeda pandangan politik," ujar Lieus.
"Kalau dia wise, istirahat, menyapa kawan-kawan lama baik sepaham maupun tidak, selesai Pilpres, wah itu baru keren," ujar Lieus, mengakhiri
"Baguslah, pasti dia akan punya perubahan yang besar karena kan 'sekolah' setahun lebih mendewasakan dia," ujar Lieus berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.
Ahok dalam kondisi baik. "Cuma ya dia belum mau ketemu saya," tambah Lieus.
Sudah seringkali dia berupaya membesuk Ahok selama mendekam di sel tahanan tapi ditolak. Alasan Ahok sendiri, Lieus mengaku tidak tahu persis. "Nggak tahu ya, menurut pendetanya nanti saja tunggu keluar," imbuh Lieus.
Bahkan upayanya membesuk lewat pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana pun tetap saja gagal.
"Jaya Suprana juga ditolak. Pak Jaya sudah melalui beberapa channel, tapi tidak berhasil," singgung Lieus.
Ia ingat terakhir tahun 2017 lalu pada saat hari kelahiran eks bupati Belitung Timur itu.
"Di grup itu ada yang bilang, hari ini Ahok ulang tahun Lieus. Saya kirim kembang sama buah. Kita kirim lewat tukangnya (kembang dan buah) tapi memang nggak ada respon," ulas Lieus.
Lieus mengaku bisa memaklumi kekesalan Ahok terhadap dirinya. Tapi ia pribadi tidak ada rasa kesal apalagi benci terhadap Ahok.
"Kita tidak benci dengan dia, tidak ada urusan pribadi. kecuali cara dia mimpin, kita berbeda pandangan, dan dia tetap sahabat saya," terang Lieus.
"Soal dia nggak mau, itu urusan dia," sambungnya.
Hanya saran dia buat Ahok agar tidak buru-buru mengambil keputusan politik apapun setelah terbebas dari jeruji sel. Sebab, menurut Lieus, resikonya terlalu besar. Ahok bisa jatuh.
"Janganlah, lebih wise, istirahatlah, jangan berpihak. Dia berhak, tapi dia benar belum tentu baik dalam politik. Lebih baik dia istirahat sampai 17 April siapa yang menang, di situ dia boleh bersikap," hemat Lieus.
Namun masih kata Lieus, semua itu tergantung Ahok. "Apalagi dia baru sekolah, mungkin lebih canggih lagi," cetusnya.
Satu lagi pesan dia, Ahok menyapa kawan-kawan lama seperti Jaya Suprana juga dirinya.
"Sesuai janji dia, Jaya Suprana, Lieus kan boleh dia undang makan. Kita kan lebih tua dari dia karena niatan Jaya Suprana besuk dia di Mako Brimob, dan saya kan baik walaupun berbeda pandangan politik," ujar Lieus.
"Kalau dia wise, istirahat, menyapa kawan-kawan lama baik sepaham maupun tidak, selesai Pilpres, wah itu baru keren," ujar Lieus, mengakhiri







0 comments:
Post a Comment