![]() |
| Amien Rais saat menghadiri acara syukuran dan munajat kemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). |
JAKARTA – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan
Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais menegaskan pihaknya akan lebih
sanggup untuk total war karena berdasarkan kekuatan rakyat.
Hal itu disampaikan oleh Amien saat menghadiri acara syukuran dan
munajat kemenangan Prabowo-Sandi yang diselenggarakan oleh relawan di
Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu
(24/4/2019).
“Perang total atau total war, saya katakan kira-kira pemerintah akan
menggunakan segenap daya dan dana dan atas segala kemampuan pemerintah
untuk mencapai 70 persen suara paslon calon 01,” kata Amien disambut
riuh ratusan relawan Prabowo-Sandi.
Dia menyindir ucapan Calon Presiden Joko widodo (Jokowi) yang sempat
menyebut selama lima tahun dihina dan direndahkan maka kali ini akan
melawan. Amin pun mempertanyakan siapa yang akan dilawan apakah rakyat
sendiri.
“Oleh karena itu saya mengingatkan bahwa sesungguhnya demokrasi kita
sekarang ini sudah bersubtansi otoriterianisme, nampaknya demokrasi tapi
petingginya berpikir totaliter, otoriter, rakyat di bodohi, rakyat
dipaksa, dan sebagainya,” ucap Amien.
Mantan Ketua MPR RI ini telah belajar tentang ilmu politik bahwa
tidak ada dalam sejarah manusia penguasa bisa mengalahkan kekuatan
rakyat.
“Karena itu jawaban kita kalau ada total war, kita lebih sanggup dari
total war Insya Allah, tidak ada ceritanya rakyat kalah sama penguasa,”
tegas Amien.
Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Amanat Nasional ini meminta
perjuangan mereka untuk melawan dugaan kecurangan Pemilu tidak dibungkus
oleh jihad karena akan dinilai hanya perjuangan umat Islam. Untuk itu
dia minta perjuangan dikemas dalam people power agar semua agama bisa
ikut berjuang.
“Jadi kalau di ajak jihad, saya paling depan insya Allah,” tandas Amien.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Prabowo Subianto namun saat calon
presiden nomor urut 02 tersebut hadir acara digelar secara tertutup,
awak media tidak diperkenankan meliput. Terlihat hadir di lokasi Ketua
BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.







0 comments:
Post a Comment