Sunday, 21 April 2019

Berpolitik Harus Memiliki Hati Nurani


“Jas Merah”– Jangan sekali-kali melupakan sejara, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Itulah lebih kurang ungkapan Bung Karno dalam sebuah orasi politiknya. 
Dengan demikian, bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai jasa para pahlawan dan belajar dari sejarah bangsanya untuk membangun peradaban yang lebih baik bagi masyarakatnya. 
Dengan pembelajaran dan penghargaan atau penghormatan terhadap sejarah masa lampau, dan jasa para pahlawannya, kita saat ini dapat mengambil hikmah dari intisari kisah sejarah yang telah berlangsung tersebut dengan segala kekurangan dan kelebihannya- untuk merajut dan menenun masa depan. 
Sehingga, segala kesalahan tidak diulangi lagi dan segala keberhasilan dapat dikembangkan atau ditingkatkan ke tingkat yang lebih hebat lagi. Segala kesalahan masa lampau dalam sejarah bangsa seperti berbagai pelanggaran hak asasi manusia, dan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Korupsi, khususnya harus dibasmi. Kalau kolusi dan nepotisme yang dimaksudkan sebagai relasi, memang sangat diperlukan. Karena dalam melakukan apa pun  seperti dalam berbisnis, jelas saya membutuhkan relasi dengan orang-orang yang saya kenal baik, seperti saudara saya sendiri. Tetapi, jika saudara saya yang panggil untuk bekerja dengan saya dalam peruahaan saya melakukan korupsi, maka saya harus memecatnya. 
Tumpulnya suara hati
Cenderung merosotnya moral bangsa yang kemudian dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa, seperti lahirnya perilaku suap dan korupsi, politik uang atau politik yang hanya mementingkan diri dan kelompok; entah itu kelompok sosial, agama, suku dan seterusnya, hakikat dasarnya disebabkan oleh lemahnya iman dan rapuhnya mentalias serta kerdilnya jiwa bangsa.
Dan semua itu terjadi karena tumpul atau matinya hati nurani atau suara hati banyak elite negeri, khususnya para politikus bangsa ini. Tumpulnya hati nurani membuat manusia, khususnya para politikus cenderung melakukan hal yang buruk dan mengabaikan segala sesuatu yang baik. Misalnya, dalam melakukan korupsi dan politik uang. 
Harus diingat bahwa jika ingin menjadi politikus dan pejabat, jangan bermimpi menjadi kaya, dan kalau ingin menjadi kaya, ya jadilah pengusaha atau pebisnis. Jika ingin menjadi politikus dan pejabat, sekaligus ingin kaya, maka korupsi adalah jalan yang ditempuhnya.  Di sinilah terjadi pengkhianatan hati nurani dan pembusukan moral. Mengerikan.
Mengapa? Karena hati nurani atau yang kerap disebut juga sebagai suara hati, adalah obor bagi kehidupan insani. Maka hati nurani, tidak lain juga adalah sumber kesadaran moral. Jadi, hati nurani merupakan pusat kesadaran dalam bathin seseorang –dalam hal ini politikus- akan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam berpolitik. Politik yang mementingkan diri dan kelompok akan sangat mencederai hati nurani dan etika politik. 
Hati nurani itu hakikatnya bersifat personal,sekaligus adipersonal. Di sini, hati nurani itu berfungsi atau tidak, memiliki keterkaitannya dengan apa yang disebut akan budi yan disinari “nur” cahaya dari Yang Ilahi, yang dalam religiositas kaum beragama dikatakan suara hati sebagai suara Sang Ilahi dimana  Sang Ilahi berbicara kepada setiap pribadi melalui hati nurani. 
Sehingga, suara hati kerap memancarkan suara Sang Ilahi.Singkatnya, hati nurani adalah kompas kebenaran yang akan membawa siapa pun berada di jalan Yang Mahakuasa, sesuai dengan kehendak-Nya.
Dengan demikian, apabila seseorang melanggar suara hati,berarti ia melanggar suara Sang Ilahi.Apabila seseorang menjalankan hidup tidak sesuai dengan isi dan dorongan hati nurani atau suara hati, berarti dia tidak mengikuti kehendak Sang Ilahi. 
Mengapa? Karena suara hati selalu mengajarkan yang baik, menuntun sesorang ke jalan yang benar, dan menentang ke jalan yang buruk. Jadi, siapa pun yang mengikuti suara hati dalam berpolitik, dia akan berpolitik yang secara benar dan beretika.
Dalam hal ini, siapa pun yang hidup dalam pertentangan dengan segala kebaikan dan melakukan kejahatan, seperti politik uang, atau hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok politik dan agama, dia berperilaku bertentangan dengan suara hati atau hati nurani. 
Seorang politikus yang berperilaku amoral atau tidak berperilaku etis dalam politik, itu mencerminkan kebutaan atau ketumpulan hati nuraninya. Itu juga menjadi cermin tindakan yang keluar dari hati nurani atau kehendak Sang Ilahi.
Di sini, hati nurani atau suara hati memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan etika dan moralitas politik, bahkan sumber etika dan moralitas politik, karena hati nurani mengungkap dengan terang dimensi etis dalam hidup para politikus yang menyangkut baik-buruk dalam aksi konkret politik.
Tatakala kehidupan politik dijalankan bertentangan dengan hati nurani para politikus, maka yang muncul dalam politik, hanyalah penuh nafsu yang mengutamakan kepentingan diri dan kelompok, bukan kepentingan bangsa seluruhnya. Politik lalu berjalan sekadar business as usual yang dangkal, bahkan banal. 
Etika politik yang mengedepankan kesejahteraan rakyat, menjadi utopia kosong atau sekadar goresan kegilaan yang terpahat di dinding kosong tanpa makna. Politik bangsa ini menjadi sia-sia dan banal. Kerja para politikus menjadi hampa tanpa berkah. Kerja politik menjadi sia-sia. 
Perlu kesadaran moral
Sekarang kita tanyakan sejauh mana tanggung jawab para politikus dalam menjalankan tugas-tugas politiknya Untuk menjawabnya, dibutuhkan kesadaran. Kesadaran akan tanggung jawab yang disebut kesadaran moral. Fungsi hati nurani dalam hal ini dalam hal ini adalah menuntun pada lahirnya kesadaran akan tanggung jawab para politikus.
Artinya, suara hati atau hati nurani merupakan sumber kemampuan manusia dalam hal ini para politikus, untuk menyadari tujuan moral dan untuk mengambil keputusan-keputusan politik yang penuh tanggung jawab etisnya. 
Hanya dengan tanggung jawab moral etis, kehidupan para politikus dapat berjalan sesuai dengan kehendak hati nurani, dan politik itu sendiri berjalan dalam gerbong moralitas. Di sini kesejahteraan rakyat tercipta. Karena politik harus bermuara para kesejahteraan rakyat.
Kesadaran moral perlu segera dibangun di hati para politikus, supaya politik kita segera dijalankan secara bermartabat. Karena sulit dibayangkan jika kehidupan politik semakin kehilangan makna etisnya.
Maka, politik pun harus menjadi perwujudan hati nurani, cermin perilaku etis dalam politik, sekaligus persenyawaan moralitas demokrasi. Tanpa itu, derajat kehidupan politik akan menjadi sumber petaka bagi bangsa. Karena politik tidak sanggup menjadi medan kerja yang menyejahterkan rakyat. 
Intinya, politik dengan menggunakan hati nurani harus menjadi perhatian para politikus. Ingat ungkapan Jepang, “Anata no kokoro, anata no utsukuhisa”,- hatimu kecantikanmu.”

Penulis : Ricky Sutanto
Editor : Farida Denura
Share:

0 comments:

Post a Comment

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

SELAMAT HARI JADI KOTA TANGSEL

SELAMAT HARI JADI KOTA  TANGSEL

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support