Sunday, 28 April 2019

[Pemilu 2019] Tragedi Saat Pesta dan Saat Perbaikan Manusia Indonesia


Tak ada yang memperkirakan pemilu serentak 2019 akan memunculkan tragedi memilukan seperti ini: akibat kelelahan mengurusi surat suara seorang wanita keguguran sehingga harus kehilangan anak dalam kandungannya, anggota KPPS meninggal dalam tidurnya setelah pulang dari tempat pencoblosan dalam keadaan sangat lelah, dan seorang polisi gugur usai bertugas tak kenal waktu mengawal dan mengamankan pemungutan suara.

Belum ada wabah penyakit misterius di negeri ini yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir yang mampu merenggut banyak korban jiwa hanya dalam tempo sepekan. Akan tetapi pemilu serentak 2019 melakukannya. Hingga Kamis (25/4/2019) sebanyak 225 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia dan 1470 orang lainnya yang masih terbaring sakit.
Tentang keterbelahan masyarakat yang begitu dalam, soal lontaran fitnah dan hoaks yang sangat beracun, penggunaan simbol-simbol agama untuk menyebar kebencian, semua itu tidak terlalu mengejutkan lagi. Paling tidak kita sudah ditunjukkan praktik permulaannya pada Pilkada DKI dan oleh karenanya kita sedikit banyak telah memiliki pengalaman subyektif serta kesiapan untuk menghadapinya. 
Namun, bagaimana dengan wafatnya ratusan petugas KPPS dan ditambah belasan aparat keamanan itu? Kita benar-benar tidak pernah membayangkan akan ada ribuan orang yang ambruk saat pemilu.
Antisipasi terburuk kita soal ancaman pada pemilu serentak 2019 adalah kerusuhan dan konflik antar pendukung capres dan caleg. Paling jauh berupa provokasi "people power" dari gerombolan tukang ancam. Sementara akan jatuhnya korban berjumlah ratusan mungkin tidak pernah diperhitungkan secara serius dalam rapat-rapat dan koordinasi manapun selama persiapan pemilu 2019. 
Ini bukan insiden yang kebetulan, melainkan sebuah tragedi. Tak terbantahkan bahwa ini merupakan catatan kelam dari pesta demokrasi kita yang menorehkan kesedihan. Diskursus soal penghematan anggaran pun hampir sama sekali tidak relevan lagi manakala catatan berisi daftar korban disodorkan.
Tanggung Jawab Moral
Fakta bahwa para petugas KPPS mengalami kelelahan yang luar biasa karena bekerja terus menerus harus diakui sebagai kekeliruan besar.
 Bahwa pemilu di negara kita merupakan yang paling kompleks dan rumit sejagad telah dimengerti. Akan tetapi manusia bukanlah robot dan pemilu 2019 tanpa diprediksi telah menjadikan para petugas KPPS sebagai mesin.
Pertanyaannya, siapa yang harus ditempatkan sebagai pihak yang perlu bertanggung jawab atas tragedi ini?
Akan ada cukup alasan untuk menunjukkan  kelalaian bersama antara pemerintah, DPR, dan terutama KPU sebagai penyelanggara pemilu. Sebutlah ketiadaan asuransi bagi petugas KPPS dan honor mereka yang teramat kecil yang tidak sebanding dengan beratnya tugas dan tanggung jawab para garda depan pemilu ini.
Saat seorang petugas harus membuat salinan rekapitulasi perhitungan suara sebanyak jumlah saksi parpol dan capres yang semuanya harus ditulis tangan tanpa cela, membayangkannya saja sudah membuat kita goyah. Sementara para petugas itu pun harus menyelesaikan juga beban kerja lainnya dalam waktu yang ketat.
Para petugas KPPS telah disumpah dan tidak ada keikhlasan terbaik selain keikhlasan yang mereka perlihatkan. Akan tetapi merupakan sebuah kekejaman bila kita mengharuskan orang untuk bekerja melebihi batas kemampuan fisik dan mentalnya. Sesuatu yang jahat bila kita menyuruh orang terus menerus bekerja selagi mereka didera kelaparan dan kelelahan lalu meninggal. 
Maka mengandaikan para komisioner KPU akan mengundurkan diri setelah seluruh proses penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu 2019 ini tuntas adalah hal yang wajar. Sikap semacam itu adalah upaya etis dan logis sebagai pertanggungjawaban moral kepada bangsa dan kepada mereka yang gugur dalam tugas menyelenggarakan pemilu.
Berubah
Meskipun demikian para penyelenggara pemilu bukanlah pihak tunggal yang perlu bertanggung jawab atas semua tragedi ini. Pemilu adalah kesepakatan nasional kita sebagai bangsa. Kita sendiri yang telah memilih jalan demokrasi ini. Kita pula yang paling berkepentingan dengan pemilu. 
Mereka yang gugur, kehilangan anggota keluarga, dan terbaring sakit saat ini adalah korban dari sebuah pesta demokrasi di mana pesta itu dipersembahkan bagi kita. Alasan ini semestinya sudah lebih dari cukup untuk mendorong kita mau mengambil masing-masing sebuah keranjang penuh berisikan tanggung jawab moral.
Tragedi pemilu 2019 adalah renungan terbaik bagi bangsa Indonesia sekarang. Sudah saatnya kita merenungkan perilaku kita, memikirkan perubahan-perubahan dan menjalankan perbaikan-perbaikan.
Perbaikan bukan hanya pada sistem pemilu agar petugas KPPS tak lagi harus menulis tangan berlembar-lembar formulir dan membuat begitu banyak salinannya. Bukan hanya perbaikan soal cara pemungutan suara agar lebih canggih dan cepat.
Perbaikan yang utama dan mendesak adalah kesadaran kita untuk berubah dalam menjalankan kehidupan demokrasi. Apa yang selama ini kita sebut sebagai pesta demokrasi ternyata masih sebatas perburuan kesenangan dan kemenangan. Kita belum benar-benar menjalankan pemilu sebagai pesta untuk kebaikan bersama.
Layaknya pesta untuk menyenangkan diri, orang-orang yang datang dan ikut pesta hanya mengharapkan kesenangan dan menjadikan kepuasan diri sebagai satu-satunya "manfaat" yang ingin didapat sebanyak-banyaknya. Ini menjelaskan mengapa orang-orang bisa menjadi kejam pada saat berkampanye. Demi mendapat sensasi kepuasan terbesar selama pesta, banyak orang tak peduli pada kemanusiaan. 
Perburuan mencari kepuasan di pesta demokrasi diwarnai dengan luapan caci maki, ujaran kebencian, dan fitnah merupakan perilaku tak berperikemanusiaan. Sementara sekelompok orang lainnya sedang bekerja dan jatuh bangun agar pesta bisa digelar hingga tuntas. Perilaku-perilaku semacam itu sungguh rendah.
Sungguh jika mengingat banyaknya praktik kampanye yang buruk sepanjang berlangsungnya pesta demokrasi ini, semuanya memperlihatkan betapa kita telah melecehkan orang-orang yang menyiapkan pesta untuk kita. Seolah belum cukup, setelah pesta digelar masih dilanjutkan dengan lontaran menyakitkan berupa tudingan curang dan seterusnya. Mereka yang gugur dalam bertugas adalah korban dari pesta yang selama berbulan-bulan kita isi dengan perilaku-perilaku dan omongan-omongan jorok.
Orang-orang yang menyerukan pidato-pidato dan klaim-klaim kemenangan sambil terus menerus menuding ketidakbecusan dan kecurangan pemilu tanpa dasar yang jelas, hanya  sedang memperlihatkan bahwa mereka hampir tidak memiliki kesadaran yang sungguh-sungguh untuk merenungkan tragedi ini. 
Bukan hanya tidak menghargai, mereka juga meniadakan pengorbanan orang-orang yang telah gugur seolah semuanya adalah kejadian kecil yang teramat biasa. Dalam pesta, mereka inilah para pemburu kesenangan yang hanya ingin memuaskan diri sendiri dan mengorientasikan pesta sebagai kekuasan milik sendiri.
Kita akan menjadi manusia yang sama seperti itu bila tragedi pemilu 2019 tak juga menimbulkan percikan kesadaran untuk menjadi warga negara yang lebih menghargai demokrasi beserta kemanusiaan di dalamnya. Kita perlu berubah menjadi lebih baik dan sampai waktu yang mungkin tak terbatas, sebagai bangsa kita memikul tanggung jawab atas tragedi dalam pesta yang baru kita jalani kemarin.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

SELAMAT HARI JADI KOTA TANGSEL

SELAMAT HARI JADI KOTA  TANGSEL

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support