TANGERANG – Anggota KPPS 07 Kelurahan Panunggangan
Barat, Tangerang, Banten Yunendi Satria (47), meninggal dunia Jumat
(26/4//2019) setelah sebelumnya dirawat beberapa hari di RS Siloam
Karawaci Tangerang.
Dengan demikian ada satu ‘Pahlawan Demokrasi’ Kota Tangerang, meninggal dunia, dan tujuh lainnya sempat dirawat di rumah sakit dan telah kembali sehat.
Dengan demikian ada satu ‘Pahlawan Demokrasi’ Kota Tangerang, meninggal dunia, dan tujuh lainnya sempat dirawat di rumah sakit dan telah kembali sehat.
Walikota Tangerang H. Arief R Wismansyah bersama Sekertaris Daerah,
Dadi Budaeri menunjukkan perhatiannya dengan melayat ke rumah duka di
Panunggangan Barat Kota Tangerang, Sabtu (27/4). “Kita sudah kunjungi
dan menyampaikan turut berduka cita. Semoga keluarga diberikan
kekuatan,” ujarnya.
Khoiriyah, istri Yunendi menceritakan awalnya suaminya mengeluhkan
kondisi fisiknya yang tak enak, sepulang bekerja dalam shift malam di
tempat kerjanya. Yunendi yang sebelumnya bekerja di TPS 7 dan kurang
tidur, kemudian melanjutkan bekerja shift malam di perusahaannya di
Jakarta.
“Kepalanya pusing dan badannya terasa melayang. Karena mengaku
kecapean setelah bertugas sebagai anggota KPPS,” kata Khoiriyah, istri
dari Yunendi.
Khoiriyah menuturkan, kelelahan yang dialami suaminya berawal dari
tugas sebagai anggota KPPS 17 April 2019 lalu. Saat bertugas, suaminya
tak tidur selama dua hari karena proses penghitungan belum selesai.
“Ayah memang aktif di lingkungan dan biasa menjadi anggota KPPS untuk
kegiatan Pilpres dan Pilkada. Namun saat ini memang sangat kelelahan
karena kurang istirahat,” ujarnya.
Karena kondisinya yang terus menurun, kemudian keluarga merujuk ke RS
Siloam dan hasilnya diketahui jika suaminya tersebut mengalami
pendarahan di batang otak dan meninggal dunia setelah tak sadarkan diri.
Yunendi dikebumikan di Taman Pemakaman Keluarga Raden Muhamad Rais
dan Raden Ganda di Karawaci Tangerang, pada Sabtu (27/4) siang. Pihak
KPUD Kota Tangerang pun, melalui Ketuanya, Ahmad Syailendra menyampaikan
keprihatinannya.







0 comments:
Post a Comment