TANGERANG—Peristiwa jenazah Husein, 8,
korban tenggelam di Sungai Cisadane viral karena tidak mendapatkan
pelayanan ambulans di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang. Paman korban
merasa sulit menerima fasilitas pelayanan antar jenazah.
Rupanya, Pemerintah Kota Tangerang hanya memiliki 23 fasilitas
ambulans yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pelayanan pemindahan
rujukan pasien serta mengangkut jenazah dalam kondisi kegawatdaruratan.
23 unit ambulans tersebut, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang
Liza Puspadewi, berjenis ambulans gratis dan ambulans Smart 119.
Menurutnya, dari jumlah tersebut, 13 unit ambulans gratis dioperasikan disetiap Kecamatan se-Kota Tangerang.
Sementara tiga unit ambulans Smart 119 masing-masing dioperasikan di zona wilayah timur, tengah, dan barat.
Sedangkan 7 unit ambulans Smart 119 siaga di kantor Dinas Kesehatan.
"Puskesmas itu setiap satu kecamatan satu ambulans gratis, dan kalau
ambulans 119 hanya ada di Cikokol, Ciledug, Karawaci," jelasnya dalam
jumpa pers di kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Senin (26/8/2019).
Dengan rincian itu, hanya 16 unit ambulans yang dioperasikan di wilayah-wilayah Kota Tangerang dalam keadaan genting.
"Mobil inilah yang dimanfaatkan oleh Puskesmas untuk kegiatan operasional lapangan," katanya.
Liza menjelaskan, untuk memanfaatkan pelayanan fasilitas ambulans
tersebut, masyarakat hanya perlu menghubungi call center 112 dan 119,
walau terkadang sulit ketika dikontak.
"Jadi, call center itu dikelola pemerintah pusat. Kalau bapak dan ibu
menelpon dengan HP (ponsel) yang nomornya tercatat di Kota Tangerang,
akan masuk ke 119 Kota Tangerang, tapi kalau tercatat di Jakarta akan
masuk ke 119 Jakarta. Untuk antisipasi, kami punya call center di Dinkes
ada layanan Sijariemas," pungkasnya.
.gif)