SERANG– Wakil Walikota
Serang Subadri Usuludin beserta aparatur pemerintah terkait mengunjungi
Pasar Induk Rau(PIR). Tujuannya Pemkot Serang memastikan kesiapan
pengelola PIR untuk segera membenahi pasar Induk Rau Kota Serang.
Dalam kunjungan tersebut Wakil Walikota
Serang Subadri meminta pengelola PIR menyediakan lapak untuk para PKL,
pedagang hamparan dan grosir yang ada di luar area PIR. Pihaknya pada 2
September nanti para PKL, hamparan dan grosir sudah pindah ke dalam
PIR. “Jangan nanti pedagang luar yang ke dalam, pengelola belum siap
menampungnya. Tadi kami mengontrol, alhamdulilah sudah ada tempat untuk
para PKL, pedagang hamparan dan grosir,” ujarnya.
Ia menjelaskan untuk para pedagang grosir,
pihaknya berharap pengelola menyediakan lapak khusus untuk aktifitas
jual beli. Sebab zonasi pedagang grosir lebih besar dari pada PKL dan
pedagang hamparan. Total 75 persen grosir. Dan penempatanya kemungkinan
besar tidak berada di lantai atas. “Kita juga nunggu sampai ada lampu
hijau dari pengelola. Sekalipun rencana kita tanggal dua sudah pada
pindah tapi iya balik lagi kesiapan pengelola. Saya sih tidak mau
ngambil resiko memaksa pedagang untuk pindah. Intinya kami ingin
mengembalikan sesuai fungsinya. Jalan digunakan untuk jalan, trotoar
difungsikan untuk trotoar. Fungsi terminal kembalikan ke fungsinya.
Sesuai perda kita, tanpa pandang bulu,” ujarnya
Ia berharap semua para pedagang dan
pengelola mampu memahami aturan yang berlaku di Kota Serang. Sehingga
pembenahan Pasar Induk Rau terlihat rapi, bersih dan layak untuk
aktifitas jual beli. “Kita berharap semua masyarakat dan pemangku
kepentingan yang ada di PIR menjalankan dan memamhami bahwa pasar Rau
ini layak untuk aktifitas jual beli,” ujarnya.
Sementara itu Dirut Pesona Persada Ovi
Khurotunnufus mencatat sudah 13 persen terdaftar dari 600 pedagang yang
siap pindah ke dalam area pasar. Bahkan pihaknya sudah siap menyediakan
800 lapak.” Yang sudah register sudah 13 persen dari total keseluruhan
pedagang. Kami sudah sosialisakan sejak tanggal 19 Agustus. Dan kami
juga terus mengimbau teman-teman yang lain untuk mendaftar,” ujarnya.
Ia juga sudah menyediakan 11 lampu tembak
untuk menunjang para pedagang saat beraktifitas malam hari. Pihaknya
juga mengklaim gedung tersebut mampu bertahan hingga 2050. “Bangunan ini
kan yang ngebangun PT WIKA dari 2004, jadi soal keamanan dan kekuatan
bangunan dipastikan aman. Untuk pedagang hamparan 125 dan kita siapkan
250. Kalau di atas, untuk biaya awal 250 ribu untuk instalasi listrik.
Tapi sewanya gratis selama 6 bulan pertama. Dan setelahnya mereka
berbayar. Tapi besarannya kita belum tentukan,”ucapnya

.gif)