< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hari Konstitusi, JK Minta Jaga Persatuan dan Kesatuan bangsa

Minggu, 18 Agustus 2019 | Minggu, Agustus 18, 2019 WIB | Last Updated 2019-08-18T12:32:15Z
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri Peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR RI.(timyadi)
JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)  minta seluruh rakyat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Wapres JK saat menghadiri peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR RI, Minggu (18/8/2019).
JK mengatakan sudah  lima  kali menghadiri peringatan Hari Konstitusi di MPR RI ini, dan  terbukti konstitusi bangsa Indonesia sudah konsisten sejak dulu, meski sudah dilakukan amandemen sejak 2002, namun tetap 37 pasal, dan 14 Bab.
“Hanya ayat-ayatnya saja yang diubah. Orang Indonesia ini kan memang pintar-pintar,” kata Jusuf Kalla.
JK menilai,  para pendiri bangsa ini sungguh luar biasa pemikirannya,  karena  Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, besoknya konstitusi diresmikan.
“Mereka di BPUPKI hanya butuh waktu 10 (sepuluh) hari untuk menggodok dasar-dasar negara, UUD NKRI 1945,” ujarnya.
Perbedaannya dengan sekarang kata JK, membahas satu pasal undang-undang (UU) saja bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan bahkan tahunan.
Sedangkan founding fathers menggodok Pancasila hanya selama dua bulan sebelum Indonesia merdeka.
Dengan demikian, kata dia, ada proses yang dilakukan sesuai tahapan untuk membentuk konstitusi negara ini.
Mulai dari Pancasila pada bulan Juni, draft konstitusi pada 7 Agustus, merdeka 17 Agustus, dan konstitusi yang diberlakukan pada 18 Agustus.
Menurutnya,  perubahan konstitusi itu di mana-mana terjadi. Di Amerika Serikat (AS) setiap tahun diubah, India hampir setiap tahun berubah, Thailand tiap tiga tahun berubah, dan lain-lain.
“Perubahan konstitusi wajar, karena harus disesuikan dengan perkembangan zaman. Yang tidak berubah itu hanya Pembukaan UUD 1945, karena merupakan dasar dan tujuan dalam bernegara,” jelas JK.
Sejauh itu kata dia, dengan keragaman dan kebhinnekaan bangsa ini, segala upaya amandemen yang dilakukan harus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“Bahwa berdirinya NKRI ini tidak secara tiba-tiba. Tapi, sudah diawali oleh kebangkitan pemuda tahun 1908, 1928, 1945, dan kini semua harus merawatnya. Tak boleh ada yang coba-coba mengganggu NKRI ini,” pungaksnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update