TANGERANG – Sejumlah warga melakukan
pembakaran ban di sekitar proyek pembangunan pintu tol Jelupang, Jalan Buaran
Barat, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (21/8) sekira pukul 16.00 WIB. Warga
mengaku kesal, lantaran proyek Tol Serpong-Cinere tersebut mengakibatkan
menyempitnya jalan warga.
Dalam tayangan video yang diterima Radar
Banten, aksi demo warga dilakukan di persimpangan Buaran. Sejumlah warga
melakukan aksi dengan membakar ban dan membongkar separator di pinggir jalan.
Terdengar juga suara teriakan “Bongkar saja, kita demo menuntut keadilan. Di
apartemen Perapatan Buaran Timur enggak bisa belok kanan”. Lalu, dalam tayangan
video tersebut memperlihatkan jalan hanya bisa dilalui satu kendaraan.
Seorang warga Abdul Rasyid membenarkan
warga tak terima dengan dampak pembangunan tol. Soalnya, akses jalan warga
mengalami penyempitan. Dia menambahkan, selama ini tak ada sosialisasi dari
kontraktor jalan tol yang membuat jalan warga menyempit. Ia menyatakan
pembangunan akses tol Jelupang baru dibangun tiga hari.
“Baru tiga hari, kita mau masuk jadi
susah,” katanya. ”Ketika ada mobil yang masuk, arah sebaliknya tidak bisa
lewat. Aksesnya cuma buat satu arah. Jadinya macet,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, sejumlah warga
membakar ban dan membongkar separator yang membuat persimpangan antara Jalan
Buaran Barat dan persimpangan ke arah Jalan Buaran Timur dan Jalan pesantren
menjadi sempit dan memutar. “Kalau dulu perempatan jalan aksesnya lebar. Kalau
kayak gini, kikuk kita jalannya,” timpal Erna, warga setempat.
Sampai sekira pukul 18.00 WIB, api masih berkobar di lokasi. Dan
aparat keamanan juga sedang berjaga. Terpisah, Kapolsek Serpong Kompol
Luckyto mengatakan kondisi demo sudah selesai. “Alhamdulillah, sudah
aman terkendali. Terima kasih Mas, atas doanya,” singkatnya.

.gif)