< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gubernur Banten: Berantas Narkoba Sama dengan Jihad

Rabu, 18 September 2019 | Rabu, September 18, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-18T10:41:12Z
 
Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko menunjukkan contoh jenis narkoba kepada Forkopimda Provinsi Banten.
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan bahwa sejak tahun 2000 silam, memberantas narkoba sudah dideklarasikan sebagai perang dan hal tersebut sama artinya dengan jihad fi sabilillah melawan narkoba.
“Kenapa bisa dikatakan jihad fi sabilillah? Karena semangatnya harus dipertaruhkan sebagai perang,” kata Gubernur dalam acara tatap muka Kepala BNN RI dengan Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Komponen Masyarakat Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang, Rabu (18/9/2019).
Sebagai warga negara Indonesia, ujar Gubernur, harus mempunyai kesadaran bahwa narkoba sudah selayaknya dideklarasikan sebagai perang. Karena, dampak dari narkoba begitu luas dan keji salah satunya dapat merusak generasi bangsa dengan penyakit mematikan seperti aids.
“Kalau generasi bangsa sudah rusak dan lemah, bagaimana suatu bangsa dapat bertahan? Maka dengan kata lain, narkoba dapat merusak tatanan NKRI kita,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, penanganan terhadap narkoba harus lebih terkonsep dan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum dan berbagai unsur masyarakat. Selain memperketat penegakan hukum, upaya pencegahan juga harus dilakukan secara sinergi mulai dari lingkungan potensial hingga yang tak terdeteksi potensial.
“Karena sering juga kasus narkoba ditemukan di lingkungan terpencil atau perbatasan yang kerap diluar jangkauan kita, maka perlu dilakukan pencegahan dari semua usia dan semua lini,” tegasnya.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Heru Winarko menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membuka ruang atau menciptakan celah bagi pelaku kejahatan untuk memproduksi ataupun mengedarkan narkoba dengan lebih mudah, murah dan tidak terdeteksi.
Heru mengatakan sebanyak 85 persen peredaran narkoba masuk melalui jalur perairan, tak terkecuali di Banten. Heru menambahkan bahwa catatan pengungkapan penggagalan kasus penyelundupan narkoba di Banten banyak terjadi melalui jalur laut, baik dari pelabuhan tikus dan Pelabuhan Merak.
“Sejarahnya di Banten masuk dari pantai juga banyak. Banten ini merupakan tempat entri narkoba,” katanya.
Untuk mencegah masuknya kembali narkoba melalui jalur laut, pihaknya berharap kerja sama dengan pihak desa terutama yang berada di pesisir pantai serta dukungan dari Babinsa dan Babinkamtibmas. “Makanya kami ada program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Semoga desa-desa tersebut bisa kita proteksi,” katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update