< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hadiri Munas Hipmi, Bamsoet Dorong Milenial Jadi Berwira Usaha

Senin, 16 September 2019 | Senin, September 16, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-16T13:13:13Z
 
Ketua DPR Bambang Soesatyo (tengah) saat menghadiri Munas XVI Hipmi di Jakarta, Senin (16/9/19). Foto/Istimewa
JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tak hanya berkutat menjalankan usaha ekspor barang mentah saja.

Melainkan mengembangkannya menjadi berbagai ragam komoditas lain yang memiliki nilai tambah. Khususnya bagi para pelaku di usaha pertambangan mineral, perkebunan, maupun perikanan.

"Para pengusaha muda yang energik perlu melihat limpahan sumber daya alam yang ada di darat, laut, maupun dalam kandungan bumi Indonesia bisa dikembangkan menjadi aneka ragam kegiatan industri. Dengan Dengan demikian pengusaha muda bisa turut berkontribusi menekan defisit transaksi berjalan yang seringkali dialami Indonesia," ujar Bamsoet saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Senin (16/9/19).Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini juga memaparkan, survei Sea Group bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) yang dirilis April 2019 lalu memperlihatkan 24,4% milenial Indonesia berusia di bawah 36 tahun lebih tertarik menjadi wirausaha, ketimbang menjadi pegawai negeri sipil (17,1% ), mengembangkan usaha keluarga (16,5%), maupun bekerja di perusahaan multinasional (11,4%).

HIPMI bersama pemerintah tak boleh diam merespons survei tersebut. "Keinginan milenial menjadi wirausaha harus disambut cepat oleh pemerintah maupun Hipmi. Sehingga Indonesia bisa melahirkan banyak wirausaha baru, khususnya yang bisa membuat nilai tambah di berbagai industri pertambangan mineral, perkebunan, maupun perikanan. Sehingga kedepan yang kita ekspor tak hanya bahan mentah, melainkan juga barang jadi yang sudah diproduksi di dalam negeri," tutur Bamsoet.

Dia menjelaskan meski saat ini jumlah wirausaha Indonesia sudah mencapai 3,1 persen dari populasi penduduk, atau sekitar 8,06 juta jiwa dari 260 juta jiwa penduduk, namun jumlah tersebut belum mampu mendongkrak perekonomian nasional menjadi lebih bergeliat. Indonesia, kata Bamsoet, masih perlu mengejar berbagai negara tetangga seperti Singapura dengan rasio wirausaha mencapai 7% persen ataupun Malaysia yang berada di 5%.

"Melihat hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015, yang memproyeksikan pada tahun 2020 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 269,6 juta jiwa, dimana 185,34 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun), membuat Indonesia dilimpahi bonus demografi. Hal ini harus dimanfaatkan sebesarnya untuk melahirkan wirausaha baru, sehingga penduduk usia produktif tak hanya menjadi beban negara, melainkan menjadi berkah bagi bangsa," pungkas Bamsoet.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update