< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kemenperin Ajak Santri di Tangsel Jadi Santripreneur

Selasa, 03 September 2019 | Selasa, September 03, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-03T10:14:38Z
 
PELATIHAN. Kementerian Perindustrian memberikan bantuan alat perbengkelan kepada Pondok Pesantren Al Falah, Serua, Kota Tangsel, Senin (2/9). Pelatihan dan pemberian alat ini untuk melatih santri menjadi santripreneur.
SERPONG-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dikjen IKMA) mendorong penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan Pondok Pesantren  (Ponpes) Al Falah, Serua, Kota Tangsel melalui program Santripreneur. Dorongan tersebut diwujudkan dengan pemberian fasilitas perbengkelan untuk dimanfaatkan para santri di Ponpes tersebut.
“Diharapkan dengan program ini dapat menumbuhkan pionir-pionir wirausaha yang berhasil dari santri, alumni santri ataupun masyarakat sekitar Pondok Pesantren,” tutur Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih, saat membuka bimbingan teknis bagi 20 santri terkait pelatihan perbengkelan selama 3 hari mulai 2-4 September 2019 di Serpong, sekaligus menyerahkan secara langsung mesin/peralatan perbengkelan roda dua kepada Pengelola Pondok Pesantren Al Falah, Senin (2/9).
Gati menjelaskan, Pondok Pesantren merupakan wilayah pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai dengan pendidikan kewirausahaan. “Disamping itu, Pondok Pesantren memiliki peran sebagai ‘Agent of Development’ yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Adapun bantuan mesin yang diberikan berupa kompressor, scanner injection, charger accu, mesin nitrogen, bike lift, mesin pembuka ban, dan tool set drawer masing-masing sebanyak 2 unit.
Patut diketahui, program Santripreneur terus digalakkan Ditjen IKMA. Gati mengatakan, Ditjen IKMA telah membina sebanyak 33 Pondok Pesantren selama periode 2013 hingga 2019, dengan lebih dari 7.000 santri yang telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.
“Untuk di Tangsel dan Banten, ini yang perdana, kami masih membuka peluang bagi pondok pesantren yang berada di Banten untuk ikut dalam program Santripreneur ini,” tutup Gati.
Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kemenperin yang sudah membantu Tangsel dalam berbagai program kegiatan, salah satunya dengan pemberian alat perbengkelan roda dua untuk pesantren Al Falah, Serua, Kota Tangsel ini.
“Tangsel bukan daerah industri namun kami memiliki semangat untuk menampilkan wirausaha baru di bidang tersebut di Tangsel. Alhamdulillah setahunnya ada 30 wirausaha baru yang lahir dari bantuan Pemkot Tangsel maupun Kementerian,”ungkapnya.
Kepala Pondok Pesantren Al Falah, Yuda Abdul Jabar mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah memilih Al Falah dalam melatih wirausaha baru dari kalangan santri.
“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, kami bisa menghasilkan santri-santri preneurship yang mandiri,”singkatnya.
Pelatihan santripreneur dilaksanakan selama lima hari, untuk 20 santri Al Falah
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update