< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Mahasiswa Minta Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Dikaji Ulang

Minggu, 08 September 2019 | Minggu, September 08, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-08T13:23:29Z

Aksi unjuk rasa mahasiswa mengkritik rencana pemindahan ibu kota.(ist)
TANGERANG-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Forum Konsolidasi Mahasiswa Islam Jawa Barat Bagian Barat (Jabagbar) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan.
Sebab, para mahasiswa ini menilai wacana pemindahan ibu kota tidak dilakukan terlebih dahulu kajian ekologi (lingkungan) bersama DPR. “Pemerintah perlu mengkaji lebih dalam terkait pemindahan ibu kota yang berdasarkan perhitungannya membutuhkan biaya sebesar Rp466 triliun,” ujar Khiorul Latif, korlap aksi unjuk rasa di Jakarta, dalam press release yang diterima, Minggu (8/9/3019).
Seharusnya menurut Mahasiswa pemerintah fokus pada hal mendasar seperti bidang kesehatan, bagaimana menutupi defisit BPJS, pendidikan, kesejahteraan rakyat, BUMN yang merugi, penyelesaian kasus Papua, Novel Baswedan, dan lain sebagainya. “Prioritaskan persoalan-persoalan dasar bangsa dulu,” kata aktivis HMI ini.Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Forum Konsolidasi Mahasiswa Islam Jawa Barat Bagian Barat (Jabagbar) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan.
Sebab, para mahasiswa ini menilai wacana pemindahan ibu kota tidak dilakukan terlebih dahulu kajian ekologi (lingkungan) bersama DPR. “Pemerintah perlu mengkaji lebih dalam terkait pemindahan ibu kota yang berdasarkan perhitungannya membutuhkan biaya sebesar Rp466 triliun,” ujar Khiorul Latif, korlap aksi unjuk rasa di Jakarta, dalam press release yang diterima, Minggu (8/9/3019).
Seharusnya menurut Mahasiswa pemerintah fokus pada hal mendasar seperti bidang kesehatan, bagaimana menutupi defisit BPJS, pendidikan, kesejahteraan rakyat, BUMN yang merugi, penyelesaian kasus Papua, Novel Baswedan, dan lain sebagainya. “Prioritaskan persoalan-persoalan dasar bangsa dulu,” kata aktivis HMI ini.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update