Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon, Banten pada 2020 yang akan
datang, nampaknya sudah mendapat perhatian masyarakat Cilegon. Meski KPU
belum menetapkan tahapan Pilkada, wacana tentang siapa yang akan
manggung sudah mulai bermunculan. Munculnya beberapa elit politik
dan tokoh masyarakat Cilegon yang punya hasrat politik ingin menjadi
penguasa Cilegon baik sebagai Walikota maupun wakil walikota yang sudah
nongol di halaman media yakni Ali Mujahidin, Heldy Agustian, Ratu Ati Maryati Sebagai Wakil Wali Kota Cilegon Tidak Lain Saudara Kandung Dari Tb Iman Ariayadi, Cilegon Juga bermaksud meramaikan Calon Walikota Cilegon . Tidak
dapat di pungkiri, Cilegon merupakan daerah yang dinamis dengan tradisi
politik yang penuh dengan persaingan, apapun yang muncul terkait dengan
iklim politik Cilegon menjadi daya tarik kalangan pers.
Demikian halnya
dengan Pemilihan walikota, letupan sedikit saja soal adanya hasrat
politik seseorang, akan menjadi konsumsi pers. Tulisan ini tidak
dimaksudkan untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih salah satu sosok,
tetapi sekedar ingin memberikan pencerahan atas rekam jejak beberapa
sosok yang sudah di wacanakan akan tampil dalam perhelatan Pilkada
mendatang. Ali Mujahidin misalnya, adalah sosok kontrofersi di Cilegon,
pernah ikut dalam kompetisi Pemilihan Waklikota 2010 lalu berpasangan
dengan Sihabudin Sibli, tapi kalah dengan Tb. Iman Aryadi yang
berpasangan Edi Ariadi.
H. Mumu dengan gebrakannya dalam memimpin Al-khairiyah, suatu langkah
yang membuat sebagian masyarakat mengaitkannya dalam pencalonannya
sebagai calon walikota cilegon diperiode 2020-2025 dan dianggap memiliki
peluang yang lebih besar daripada figur yang lain.
Secara politik tidak ada kesulitan untuk mengatakan bahwa popularitas
dan elektabilitasnya cukup tinggi mengingat kiprahnya di
pentas politik kota Cilegon beberapa waktu silam.
Keputusan MK dalam
konteks jaminan HAM sebagaimana diatur dalam UUD 1945 adalah tepat.
Keputusan MK adalah final dan mengikat. Para penyelenggara pemilu
seperti KPU dan KPUD harus taat terhadap putusan MK tersebut. Tetapi di
sisi lain, menjadikan dilema tersendiri dalam kehidupan demokrasi di
Indonesia, karena dampak dari keputusan MK tersebut politik dinasti
mendapatkan legalitas yang kuat, dan akan semakin menjamur. Para
petahana seperti mendapatkan angin dengan keputusan MK tersebut.
Para petahana akan menyiapkan kader-kader dari keluarganya untuk
melanjutkan kekuasaannya. Sudah banyak kasus ketika seorang Kepala
Daerah sudah dua kali menjabat dan tidak dapat mencalonkan lagi menjadi
Kepala Daerah, maka suami, istri, atau anaknya mencalonkan diri sebagai
Kepala Daerah, dan banyak yang menjadi pemenang. Oligarki kekuasaan akan
semakin kuat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/idrisapandi/melestarikan-politik-dinasti_559f45c3f97a619c048b456a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/idrisapandi/melestarikan-politik-dinasti_559f45c3f97a619c048b456a
Sementara pada Partai berlambang matahari biru yaitu partai PAN, yang
dinahkodai oleh Alawi Mahmud, dalam pemilu kada 2015 lalu sempat mencuat
namanya dalam bursa Bakal Calon Walikota, hanya saat itu terganjal
dengan persyaratan minimum perolehan kursi legislatif yang masih kurang,
sepertinya hari ini sudah mantap dengan posisinya sebagai ketua DPD PAN
Kota Cilegon yang disandangnya, yang memungkinkannya dalam mengatur
strategi dengan mempersiapkan jargon Caleg yang mumpuni dibeberapa DAPIL
demi peningkatan perolehan suara pada pemilu legislatif kedepan.
Sementara untuk beberapa nama lain sebut saja nama Erick Rebiin dengan
kebesaran partai Nasdem, Reno Yanuar dengan partai berlambang kepala
bantengnya, atau Rahmatulloh dari demokrat sepertinya masih wait and see
atau membaca pergerakan rival politiknya namun tetap memiliki posisi
strategis dalam menentukan arah koalisi partainya atau menentukan
tentang siapa calon walikota cilegon yang layak digandeng mereka.
Heldy
Agustian adalah sosok yang siap tampil dalam percaturan Pilkada.
Kemungkinan hasrat politik Heldy inipun dilatarbelakangi bayang bayang
masa lalu kepahlawanan keluarganya. Heldy mengaku dirinya sebagai
keturunan Ki Arsyad Thowil. Hanya sedikit masyarakat Cilegon yang tahu
tentang Ki Arsyad Thowil. Dalam buku Sartono Kartodirjo “Pemberontakan
Petani Banten 1888”, dapat dilihat (dibaca) bahwa Ki Arsyad Thowil
adalah rekan seperjuangan Ki Wasid dalam pemberontakan Cilegon 1888. Ki
Arsyad Thowil, bersama dengan Ki Wasid, Haji Abdurahman, Haji Akib,
Haji Haris, Haji Arsad Qashir dan Haji Ismail, merupakan murid Ki Abdul
Karim, Ulama terkemuka Banten, pimpinan Tareqat Qodiriyah Naqsabandiyah
se dunia dan banyak tinggal di Mekkah bersama dengan Ki Nawawi. Melalui
para kiyai diatas, ditanamkan faham dan semangat jihad fi sabilillah.
Sasaran utamanya adalah memerangi kekuatan asing (Belanda) di Banten
yang dianggap sebagai golongan kafir. Sejak itu muncul gerakan radikal
anti Belanda dan meletupkan berbagai pemberontakan sepanjang abad 17 di
Banten. Pasca pemberontakan Cilegon 1888, Ki Arsyad Thowil ditangkap
Belanda, di buang ke Sulawesi hingga ahir hayatnya. Hasrat politik Heldy
tidak tercetus secara tiba-tiba, tercatat tahun 2010, ia mencalonkan
diri sebagai Calon Walikota Cilegon. Namun saat itu, Heldy kesulitan
mencari “kendaraan” politik. Tak ada partai politik yang mendukungnya,
Heldy maju melalui Jalur Independen. Adapun suara yang diraih Heldy saat
itu hanya 14.501 suara dari suara yang memilih sebanyak 194.019. Sosok
lain yang tiba tiba menyeruak bursa Pemilihan Walikota Cilegon
Tidak banyak masyarakat yang tahu terhadap sosok yang satu ini.
Hanya sebagian kecil masyarakat yang mengenalnya bahwa ia adalah warga
Cilegon asal Cirebon dan pensiunan militer yang saat ini menjadi
pengusaha galian C di wilayah JLS. Hasrat politik Darmana untuk menjadi
orang nomor satu di Cilegon, nampaknya cukup serius.
Ratu Ati Matyati . Banyak
masyarakat yang berharap ini bisa tampil kembali
menjadi Calon Walikota yang akan datang. Tidak berlebihan jika dikatakan
bahwa Ratu Ati Maryati adalah sosok yang paling siap di antara mereka yang
ramai di wacanakan. Betapa tidak, Ati adalah incumbent, punya jaringan
yang luas baik di tingkat nasional maupun lokal. Latar belakang
pendidikan politiknya cukup mumpuni sebagai doctor Ilmu politik, ia juga
punya mesin politik (Golkar) yang cukup solid dan bisa dipastikan akan
didukung penuh oleh Golkar, apalagi jika pencalonannya berkoalisi dengan partai lain, maka kekuatan Iman akan bertambah. Berbekal pengalamannya
sebagai mantan Wakil Walikota Cilegon menjadi pengemudi beberapa Ormas
di Banten, Leadership cukup teruji. Bisa jadi,
mempunyai elektabilitas yang tertinggi diantara yang lain. Demikian
halnya soal popularitas, merupakan sosok paling di kenal
baik dikalangan elite maupun akar rumput. Elektabilitas dan popularitas Ati didukung oleh aktifitasnya sebagai Wakil Walikota yang merakyat.
Sementara ini,
Ratu Ati dianggap oleh berbagai kalangan, merupakan sosok yang terkuat dalam percaturan politik Cilegon. Bahkan ada yang beranggapan, siapapun pendampingnya, tidak akan berpengaruh, akan mulus melaju. namun tidak bisa dihindari, jika Golkar menugaskan Ratu Ati untuk maju, maka harus taat kepada keputusan partai. Sinyal itu sudah ada di Golkar karena berdasarkan Rakerda Partai Golkar, di rekomendasikan untuk di calonkan kembali. Pertimbangannya adalah untuk melanjutkan pembangunan Cilegon sesuai dengan amanat RPJP maupun RPJM Kota Cilegon agar berkesinambungan dengan baik. Semoga..!
Oleh Sindu Adi Pradono SH
Pengamat Bidang Politik di Jakarta
Ratu Ati dianggap oleh berbagai kalangan, merupakan sosok yang terkuat dalam percaturan politik Cilegon. Bahkan ada yang beranggapan, siapapun pendampingnya, tidak akan berpengaruh, akan mulus melaju. namun tidak bisa dihindari, jika Golkar menugaskan Ratu Ati untuk maju, maka harus taat kepada keputusan partai. Sinyal itu sudah ada di Golkar karena berdasarkan Rakerda Partai Golkar, di rekomendasikan untuk di calonkan kembali. Pertimbangannya adalah untuk melanjutkan pembangunan Cilegon sesuai dengan amanat RPJP maupun RPJM Kota Cilegon agar berkesinambungan dengan baik. Semoga..!
Oleh Sindu Adi Pradono SH
Pengamat Bidang Politik di Jakarta

.gif)