< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Membaca Kekuatan Politik di Kota Cilegon PILKADA Walikota 2020

Minggu, 22 September 2019 | Minggu, September 22, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-22T11:55:33Z

Pemilihan  Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon, Banten pada 2020 yang akan datang, nampaknya sudah mendapat perhatian masyarakat Cilegon. Meski KPU belum menetapkan tahapan Pilkada, wacana tentang siapa yang akan manggung sudah mulai  bermunculan.  Munculnya beberapa elit politik dan tokoh masyarakat  Cilegon yang punya hasrat politik ingin menjadi penguasa Cilegon  baik sebagai Walikota maupun wakil walikota yang sudah nongol di halaman media yakni   Ali Mujahidin, Heldy Agustian, Ratu Ati Maryati Sebagai Wakil Wali Kota Cilegon Tidak Lain Saudara Kandung Dari Tb Iman Ariayadi, Cilegon Juga bermaksud meramaikan Calon Walikota Cilegon . Tidak dapat di pungkiri, Cilegon merupakan daerah yang dinamis dengan tradisi politik yang penuh dengan persaingan, apapun yang muncul terkait dengan iklim politik Cilegon menjadi daya tarik kalangan pers. 
Demikian halnya dengan Pemilihan walikota, letupan sedikit saja soal adanya hasrat politik seseorang, akan menjadi konsumsi pers. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih salah satu sosok, tetapi sekedar ingin memberikan pencerahan atas rekam jejak beberapa sosok yang sudah di wacanakan akan tampil dalam perhelatan Pilkada mendatang. Ali Mujahidin misalnya, adalah sosok kontrofersi di Cilegon, pernah ikut dalam kompetisi Pemilihan Waklikota 2010 lalu berpasangan dengan Sihabudin Sibli, tapi kalah dengan Tb. Iman Aryadi yang berpasangan Edi Ariadi. 

H. Mumu dengan gebrakannya dalam memimpin Al-khairiyah, suatu langkah yang membuat sebagian masyarakat mengaitkannya dalam pencalonannya sebagai calon walikota cilegon diperiode 2020-2025 dan dianggap memiliki peluang yang lebih besar daripada figur yang lain. Secara politik tidak ada kesulitan untuk mengatakan bahwa popularitas dan elektabilitasnya cukup tinggi mengingat kiprahnya di pentas politik kota Cilegon beberapa waktu silam.
Keputusan MK dalam konteks jaminan HAM sebagaimana diatur dalam UUD 1945 adalah tepat. Keputusan MK adalah final dan mengikat. Para penyelenggara pemilu seperti KPU dan KPUD harus taat terhadap putusan MK tersebut. Tetapi di sisi lain, menjadikan dilema tersendiri dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, karena dampak dari keputusan MK tersebut politik dinasti mendapatkan legalitas yang kuat, dan akan semakin menjamur. Para petahana seperti mendapatkan angin dengan keputusan MK tersebut. Para petahana akan menyiapkan kader-kader dari keluarganya untuk melanjutkan kekuasaannya. Sudah banyak kasus ketika seorang Kepala Daerah sudah dua kali menjabat dan tidak dapat mencalonkan lagi menjadi Kepala Daerah, maka suami, istri, atau anaknya mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, dan banyak yang menjadi pemenang. Oligarki kekuasaan akan semakin kuat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/idrisapandi/melestarikan-politik-dinasti_559f45c3f97a619c048b456a
Sementara pada Partai berlambang matahari biru yaitu partai PAN, yang dinahkodai oleh Alawi Mahmud, dalam pemilu kada 2015 lalu sempat mencuat namanya dalam bursa Bakal Calon Walikota, hanya saat itu terganjal dengan persyaratan minimum perolehan kursi legislatif yang masih kurang, sepertinya hari ini sudah mantap dengan posisinya sebagai ketua DPD PAN Kota Cilegon yang disandangnya, yang memungkinkannya dalam mengatur strategi dengan mempersiapkan jargon Caleg yang mumpuni dibeberapa DAPIL demi peningkatan perolehan suara pada pemilu legislatif kedepan.
Sementara untuk beberapa nama lain sebut saja nama Erick Rebiin dengan kebesaran partai Nasdem, Reno Yanuar dengan partai berlambang  kepala bantengnya, atau Rahmatulloh dari demokrat sepertinya masih wait and see atau membaca pergerakan rival politiknya namun tetap memiliki posisi strategis dalam menentukan arah koalisi partainya atau menentukan tentang siapa calon walikota cilegon yang layak digandeng mereka.

  Heldy Agustian adalah sosok yang siap tampil dalam percaturan Pilkada. Kemungkinan  hasrat politik Heldy inipun dilatarbelakangi bayang bayang masa lalu kepahlawanan keluarganya. Heldy mengaku dirinya sebagai keturunan Ki Arsyad Thowil. Hanya sedikit masyarakat Cilegon yang tahu tentang Ki Arsyad Thowil. Dalam buku Sartono Kartodirjo “Pemberontakan Petani Banten 1888”, dapat dilihat (dibaca) bahwa Ki Arsyad Thowil adalah rekan seperjuangan Ki Wasid  dalam pemberontakan Cilegon 1888. Ki Arsyad Thowil, bersama dengan Ki Wasid, Haji Abdurahman, Haji Akib, Haji Haris,  Haji Arsad Qashir dan Haji Ismail, merupakan murid Ki Abdul Karim, Ulama terkemuka Banten, pimpinan Tareqat Qodiriyah Naqsabandiyah se dunia dan banyak tinggal di Mekkah bersama dengan Ki Nawawi. Melalui para kiyai  diatas, ditanamkan faham dan semangat jihad fi sabilillah. Sasaran utamanya adalah memerangi kekuatan asing (Belanda) di Banten yang dianggap sebagai golongan kafir. Sejak itu muncul gerakan radikal anti Belanda dan meletupkan berbagai pemberontakan sepanjang abad 17 di Banten. Pasca pemberontakan Cilegon 1888, Ki Arsyad Thowil ditangkap Belanda, di buang ke Sulawesi hingga ahir hayatnya. Hasrat politik Heldy tidak tercetus secara tiba-tiba, tercatat tahun 2010, ia mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Cilegon. Namun saat itu, Heldy kesulitan mencari “kendaraan” politik. Tak ada partai politik yang mendukungnya, Heldy maju melalui Jalur Independen. Adapun suara yang diraih Heldy saat itu hanya 14.501 suara dari suara yang memilih sebanyak 194.019. Sosok lain yang tiba tiba menyeruak bursa Pemilihan Walikota Cilegon
Tidak banyak masyarakat yang tahu terhadap sosok yang satu ini. Hanya sebagian kecil masyarakat yang mengenalnya bahwa ia adalah warga Cilegon asal Cirebon dan pensiunan militer yang saat ini menjadi pengusaha galian C di wilayah JLS. Hasrat politik Darmana untuk menjadi orang nomor satu di Cilegon, nampaknya cukup serius.  
Ratu Ati Matyati . Banyak masyarakat yang berharap  ini bisa tampil kembali menjadi Calon Walikota yang akan datang. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Ratu Ati Maryati adalah sosok yang paling siap di antara mereka yang ramai di wacanakan. Betapa tidak, Ati adalah incumbent, punya jaringan yang luas baik di tingkat nasional maupun lokal. Latar belakang pendidikan politiknya cukup mumpuni sebagai doctor Ilmu politik, ia juga punya mesin politik (Golkar) yang cukup solid dan bisa dipastikan akan didukung penuh oleh Golkar, apalagi jika pencalonannya berkoalisi dengan partai lain, maka kekuatan Iman akan bertambah. Berbekal pengalamannya sebagai mantan Wakil Walikota Cilegon menjadi pengemudi beberapa Ormas di Banten, Leadership cukup teruji. Bisa jadi, mempunyai elektabilitas yang tertinggi diantara yang lain. Demikian halnya soal popularitas,  merupakan sosok paling di kenal baik dikalangan elite maupun akar rumput. Elektabilitas dan popularitas Ati  didukung oleh aktifitasnya sebagai Wakil Walikota yang merakyat. Sementara ini,
Ratu Ati  dianggap oleh berbagai kalangan, merupakan sosok yang terkuat dalam percaturan politik Cilegon. Bahkan ada yang beranggapan, siapapun pendampingnya, tidak akan berpengaruh, akan mulus melaju. namun tidak bisa dihindari, jika Golkar menugaskan Ratu Ati untuk maju, maka harus taat kepada keputusan partai. Sinyal itu sudah ada di Golkar karena berdasarkan Rakerda Partai Golkar,  di rekomendasikan untuk di calonkan kembali. Pertimbangannya adalah untuk melanjutkan pembangunan Cilegon sesuai dengan amanat RPJP maupun RPJM Kota Cilegon agar berkesinambungan dengan baik. Semoga..!

Oleh Sindu Adi Pradono SH
Pengamat Bidang Politik di Jakarta
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update