PANDEGLANG-Irna Narulita yang saat ini masih menjabat sebagai bupati Pandeglang
atau calon petahana tidak terlihat atau tidak hadir saat penyerahaan
dokumen formulir pendaftaran bakal calon Bupati Pandeglang di
sekretariat penjaringan Bacabup dan Bacawabup Pandeglang PDI-P, Rabu,
(18/9) malam. Penyerahaan dokumen formulir bakal calon bupati Pandeglang itu dilakukan
sekitar pukul 20.00 Wib dan diwakilkan Dedi Supriadi yang tunjuk Irna
Narulita sebagai perwakilannya untuk menyerahkan formulir itu ke Ketua
Tim Penjaringan Bacabup dan Bacawabup Pandeglang PDI P Pandeglang, Deden
Hertandi.
Ditemui usai penyerahan dokumen pendaftaran balon bupati Pandeglang, Dedi Supriadi mengatakan diwakilkannya penyerahan dokumen pendaftaran ini, karena Bupati Pandeglang, Irna Narulita sedang ada agenda kedinasan di jakarta.
"Ibu masih di jakarta, Tetapi beliau mengusahakan akan hadir sebelum pukul 24.00 Wib untuk mengikuti tahapan wawancara," ungkap Dedi.
Dedi Supriadi tidak bisa bicara banyak mengenai persiapan serta komunikasi politik yang akan dibangun irna dengan partai lain untuk kembali melenggang pada pilkada 2020 mendatang.
"Saya hanya bertugas menyerahkan dokumen ini, untuk alasan ketidakhadiran ibu saya hanya bisa sampaikan itu," ungkapnya dengan singkat.
Sementara, Ketua Tim Penjaringan PDI Perjuangan Pandeglang, R Deden Hertandi mengatakan, hingga batas akhir pukul 24.00 WIB, hanya empat kandidat yang mengembalikan formulir dan wawancara secara langsung di kantor kandang banteng. Sebab, Irna Narulita tidak hadir dan hanya mewakilkan kepada tim untuk mengembalikan formulir pendaftaran.
Sampai hari terakhir kita sudah ada empat calon, Pak Aap Aptadi, Toni Mukhson, Nabil Jayabaya, dan Oji Fachruroji. Sedangkan Ibu Irna Narulita, diwakilkan kepada tim,” kata Deden.
Dirinya tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Irna Narulita saat pengembalian formulir pendaftaran.
Sejauh ini karena mungkin beliau masih menjabat banyak tamu dan mungkin ada kepentingan mendadak. Kalau masalah wawancara itu tergantung dengan teman-teman, kalau hasil dari teman-teman perlu menghadap beliau kita mengahadap beliau, kalaupun tidak perlu ya tidak perlu,” tutupnya.
Ditemui usai penyerahan dokumen pendaftaran balon bupati Pandeglang, Dedi Supriadi mengatakan diwakilkannya penyerahan dokumen pendaftaran ini, karena Bupati Pandeglang, Irna Narulita sedang ada agenda kedinasan di jakarta.
"Ibu masih di jakarta, Tetapi beliau mengusahakan akan hadir sebelum pukul 24.00 Wib untuk mengikuti tahapan wawancara," ungkap Dedi.
Dedi Supriadi tidak bisa bicara banyak mengenai persiapan serta komunikasi politik yang akan dibangun irna dengan partai lain untuk kembali melenggang pada pilkada 2020 mendatang.
"Saya hanya bertugas menyerahkan dokumen ini, untuk alasan ketidakhadiran ibu saya hanya bisa sampaikan itu," ungkapnya dengan singkat.
Sementara, Ketua Tim Penjaringan PDI Perjuangan Pandeglang, R Deden Hertandi mengatakan, hingga batas akhir pukul 24.00 WIB, hanya empat kandidat yang mengembalikan formulir dan wawancara secara langsung di kantor kandang banteng. Sebab, Irna Narulita tidak hadir dan hanya mewakilkan kepada tim untuk mengembalikan formulir pendaftaran.
Sampai hari terakhir kita sudah ada empat calon, Pak Aap Aptadi, Toni Mukhson, Nabil Jayabaya, dan Oji Fachruroji. Sedangkan Ibu Irna Narulita, diwakilkan kepada tim,” kata Deden.
Dirinya tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Irna Narulita saat pengembalian formulir pendaftaran.
Sejauh ini karena mungkin beliau masih menjabat banyak tamu dan mungkin ada kepentingan mendadak. Kalau masalah wawancara itu tergantung dengan teman-teman, kalau hasil dari teman-teman perlu menghadap beliau kita mengahadap beliau, kalaupun tidak perlu ya tidak perlu,” tutupnya.

.gif)