SERANG
– Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta dukungan perbankan untuk
mewujudkan agrobisnis menjadi sektor unggulan. Pemprov Banten sedang
mengoptimalkan dukungan rantai pasok dan distribusi produk unggulan agrobisnis,
khususnya di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
“Pemprov
berharap produk-produk layanan perbankan Bank bjb agar dapat menjangkau sektor
agrobisnis di seluruh wilayah di Provinsi Banten,” ujar Andika usai menghadiri
Customer Gathering & Golf Tournament Bank bjb di Padang Golf Parahyangan,
Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Minggu (22/9), dikutip dari
siaran pers
Andika
berharap, Bank bjb dapat berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Banten
khususnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi yang
dimaksud, yakni yang ditunjang dengan investasi pada sumber daya manusia atau human
capital untuk peningkatan produktivitas. “Khususnya bagi kelompok
pendapatan menengah ke bawah, miskin, dan rentan adalah kunci untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” terangnya.
Selain
itu, ia juga berharap Bank bjb untuk terus meningkatkan peranan layanan
perbankan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sangat
ditentukan oleh perkembangan sektor layanan perbankan karena sektor perbankan
memegang peranan penting dalam menjalankan fungsi intermediasi layanan
perbankan.
Mengutip
Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember
tahun 2017, Andika mengatakan, indeks literasi keuangan di Banten mencapai 38
persen dari total penduduk di Provinsi Banten. Sedangkan inklusi keuangannya
mencapai 70 persen. “Dengan program literasi keuangan, masyarakat diharapkan
dapat lebih mengenal tabungan, asuransi, pegadaian, dan masih banyak produk
perbankan lainnya,” ujar politikus Partai Golkar itu.
Ia
berharap, melalui kantor cabang di seluruh Banten, Bank bjb dapat meningkatkan
program literasi keuangan dan inklusi keuangan untuk dapat menjangkau sentra-sentra
produksi khususnya yang berada di pedesaan. Ia mencontohkan, sentra pembuatan
tas di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sentra pembuatan emping melinjo di
Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dan sentra perajin gula aren di sejumlah
desa di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak.
Wagub
Andika bersama Direktur Kepatuhan Bank bjb Agus Mulyana yang mewakili Direktur
Utama Bank bjb Yuddy Renaldi dan Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Daud
Ahmad melakukan pemukulan bola pertama tanda dimulainya turnamen golf di
lapangan golf Parahyangan, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat,
Minggu (22/9). Turnamen yang memperebutkan tiga unit mobil dan uang tunai Rp100
juta tersebut diikuti oleh sekira seratus pegolf yang merupakan nasabah Bank
bjb.
Pemimpin
Divisi Corporate Secretary Bank bjb M As’adi Budiman mengatakan, sebagai bank
pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan berkembang, Bank bjb memiliki
jaringan nasabah yang tersebar luas hingga penjuru negeri. Tak hanya dalam
kategori individual atau perorangan, nasabah juga banyak yang berasal dari
kalangan institusi, baik pemerintah maupun yang dikelola oleh pihak swasta.
Suasana santai yang terbangun dalam turnamen golf itu dimanfaatkan oleh
perwakilan nasabah institusi untuk memanjakan diri. “Selain itu, berbagai
perbincangan tentang rencana usaha serta visi guna kian mempererat sinergi demi
saling memberi dorongan terjadi dalam nuansa ringan dan menyenangkan,”
katanya.
Menurutnya,
silaturahmi yang terjadi menjadi modal awal bagi Bank bjb maupun nasabah
institusi untuk membuka kemungkinan kerja sama lainnya di luar yang dijajaki.
Sambil menjaga hubungan baik yang terjalin, Bank bjb juga mempersiapkan
strategi ekspansi guna merangkul lebih banyak nasabah institusi demi menyokong
visi dan misi usaha secara berkesinambungan.
“Sebagai
perusahaan yang terus berkembang, Bank bjb menyadari pentingnya jalinan sinergi
yang terjadi antara perseroan dan nasabah institusi harus diperkuat. Ikatan
yang menguat ini diharapkan bisa menjadi pendorong bagi pihak-pihak yang
terlibat agar saling membagi manfaat dan terus bertumbuh bersama,”
katanya.
Ia
mengungkapkan, banyak wujud benefit nyata yang ditelurkan dari hasil kerja sama
antara Bank bjb dan nasabah institusi. Bagi nasabah institusi, sinergi yang
terbangun memberikan kemudahan dalam mengembangkan usahanya lewat jasa dan
layanan keuangan prima yang diberikan Bank bjb. Sementara bank bjb, mendapat
keuangan utamanya dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang dihasilkan dari
nasabah institusi.
Perolehan
DPK Bank bjb selalu menunjukkan tren positif di kancah industri perbankan
nasional. Hingga semester 1 2019 tercatat DPK Bank bjb mencapai Rp89,3 triliun,
atau tumbuh 7,4 persen year-on-year (yoy). Pertumbuhan DPK itu beriringan dengan kinerja penambahan aset yang
mencapai Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4 persen yoy di mana laba
perseroan tercatat sebesar Rp803 miliar.
Selain
mempererat jalinan sinergi dan silaturahmi yang terbangun dengan nasabah
institusi, ini sebagai sarana memberikan apresiasi dan membangun loyalitas
kepada nasabah institusi. Sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas kepada
para nasabah dan para stakeholder Bank bjb.
“Menjadi
komitmen perseroan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.
Bagi Bank bjb, nasabah memiliki peranan penting sebagai partner dalam
mengembangkan usaha. Kehadiran Bank bjb lewat layanan produk dan jasa keuangan
bagi nasabah adalah bentuk visi usaha yang tidak berorientasi kepada keuntungan
bisnis semata. Lebih dari itu, Bank bjb selalu memiliki pretensi untuk turut
serta menjadi bagian dari perjalanan nasabah dalam bertumbuh dan berkembang,”
katanya.

.gif)