TANGERANG-Sebanyak 21 tim mengikuti Kompetisi Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-6 yang digelar di Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (12/10/2019). Event ini menjadi ajang pembelajaran, pencegahan dan penanganan keselamatan kecelakaan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP)
Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan, kegiatan ini juga untuk melatih
dan meningkatkan keterampilan personel yang sehari-harinya melakukan
pekerjaan penyelamatan baik kebakaran, ketinggian dan di perairan.
“Ini bermanfaat untuk personel yang bertugas dalam memberikan emergency response
pada saat terjadi incident dan accident, serta bagaimana upaya
penyelamatan dan penanganan lebih lanjut," ujar Hayati, Sabtu
(12/10/2019).
Hayati juga menjelaskan bahwa event ini menjadi ajang kompetisi keahlian dalam menangani tantangan yang ada di lapangan.
“Selain menjadi kompetisi keahlian para tim respon keadaan darurat,
IFRC juga menjadi ajang edukasi dan kesiapsiagaan bagi semua tim dengan
memperkenalkan konsep tingkat nasional dan internasional," katanya.
Sementara Kepala Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug
Capt. Novyanto Widadi mengatakan IFRC yang rutin digelar setiap tahun
ini untuk melatih para peserta dalam menghadapi tantangan dalam
bekerja.
"IFRC untuk mempromosikan pencegahan cidera. Melalui edukasi dan
kesiapsiagaan bagi semua tim dengan memperkenalkan konsep tingkat
nasional dan internasional," ujarnya.
Lanjut Novyanto, kompetisi ini akan dinilai oleh tim profesional dari berbagai negara.
“Tim penilai merupakan assesor profesional dari Indonesia dan juga luar negeri antara lain Australia, Amerika Serikat, Belanda, South Africa dan Inggris," imbuhnya.
Novyanto berharap dengan diadakannya kompetisi dengan memperkenalkan safety ini juga dapat menambah peserta agar lebih termotivasi bekerja.
"Mudah-mudah ini bisa menambah semangat lagi dan kualitas keselamatan
pada bidang pertambangan, ini juga untuk memperkenalkan konsep challenge dan rescue," pungkasnya.
0 comments:
Post a Comment