SERANG-Ketua Komisi III DPRD Kota Serang
menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar memberlakukan
pemungutan retribusi berbasis teknologi atau non tunai. Hal itu
dilakukan sebagai antisipasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD)
disektir retribusi tiap tahunnya.
Menurutnya, tata kelola pingutan PAD di
Kota Serang masih menggunakan sistem manual. Sehingga pada
pelaksanaannya terbilang berbelit dan birokrasi.
“Yang kami sarankan dan dorong ke Pemkot
itu sekarang ini untuk menggunakan sistem berbasis IT, padahal pada
sistem ini bisa memangkas birokrasi dan bisa mengantisipasi kebocoran
PAD,” kata Ridwan melalui pesan singkat whatsapp, Kota Serang, Senin
(16/12/2019).
Seperti contoh, lanjut Ridwan, soal
retribusi parkir tepi jalan umum (TJU) yang masih berbelit mulai dari
petugas juru parkir (Jurkirl yang disterokan ke koordinator Jurir.
Setelah itu disetorkan ke Dishub Kota Serang. “koordinator Jukir di Kota
Serang mencapai 300 sampai 400 petugas. Nah Saya pikir itu berbelit,
birokratis dan berpotensi kebocoroan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, kebocoran PAD juga
berpotensi disektor pajak restoran akibat sistem yang sama. Mengingat,
kata dia, Restoran di Kota Serang saat ini berjumlah ratusan. Jika hal
ini bisa kontrol dengan sistem berbasis teknologi maka akan menajdi
potensi yang sangat besar.
“Yang kami inginkan dan dorong itu
seperti di daerah lain, ada yg namanya alat kontrol dan bisa di
kerjasamakan dengan Bank BJB. Jadi, kalau ada transaksi di kasir pemilik
restoran itu bisa online dengan pajak restoran di DPKA yang akhirnya
berdampak tidak ada ruang permainan yang berpotensi menyebabkan
kebocoran PAD,” ujarnya.
Maka, sesuai amant permendagri nomor 33
tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD 2020 yang menyatakan bahwa
pungutan pajak retribusi daerah harus berbasis teknologi pohaknya akan
mendorong itu.
“komisi dari komisi III DPRD Kota Serang
akan full power dorong pemerintah dalam hal ini DPKAD untuk merubah
dan mereformasi tata kelola PAD. Mulai dari sistem pungutan, sistem
pelaporan sampai sistem penyetoran, kita ingin semuanya berbasis
teknologi,” tandanya.







0 comments:
Post a Comment