SERANG-Seni budaya pencak silat terus
dilestarikan tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh
sebagian masyarakat di Kabupaten Serang. Hal tersebut salah satunya
terbukti melalui Festival Pencak Silat Tradisional antar Paguron
se-Kabupaten Serang yang digelar di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten
Serang, Jumat (20/12).
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, festival ini menjadi salah
satu bukti bahwa masyarakat mencintai seni budaya pencak silat. Sebab
pencak silat adalah salah satu cara membentuk karakter positif anak-anak
Kabupaten Serang. “Dari pembentukan karakter tersebut anak pastinya
akan disiplin kemudian taat beragama. Saya yakin, para pimpinan
perguruan pencak silat sebelum latihan menanyakan anak-anak untuk rajin
salat,” ujarnya.
Sekadar diketahui, di Kabupaten Serang telah tercipta Jurus Silat
Kaserangan yang diciptakan 13 sesepuh pendekar dari 12 aliran silat,
serta atas gagasan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Saat ini, Jurus
Silat Kaserangan diajarkan dalam muatan lokal (mulok) di sekolah dasar
(SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Setiap tahun rutin dilombakan
dalam Festival Jurus Silat Kaserangan.
Menurut Tatu, pencak silat sudah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan
Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) pada Sidang ke-14 di
Bogota, Kolombia, 12 Desember lalu. “Sudah diakui dunia, Kabupaten
Serang harus terus melahirkan atlet pencak silat yang bisa berlaga di
tingkat nasional dan internasional,” harap Tatu.
Ia berencana, masing-masing paguron menjadi destinasi wisata baru di
Kabupaten Serang. Pemkab Serang akan memberikan bantuan kepada paguron
yang siap mengembangkan seni budaya pencak silat. “Jika anggaran pemda
sudah memenuhi, tempat paguran agar bisa dibangun. Sehingga, bisa jadi
titik destinasi wisata di Kabupaten Serang,” tuturnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dindikbud Kabupaten Serang,
Beni Kusnandar memastikan jika Festival Pencak Silat Tradisional antar
Paguron wilayah Serang Timur dan Serang Utara akan menjadi event
tahunan. “Kegiatan ini digelar oleh para pimpinan paguron, dan kita
mendukung penuh. Kita bisa koordinasi dengan perusahaan yang ada di
Serang bagian timur dan utara yang konsen pada kesenian untuk kegiatan
ini selanjutnya,” ujarnya.
Mamak, Ketua Pelaksana Festival Pencak Silat Tradisional menambahkan,
kegiatan ini salah satu ajang silaturahmi antar paguron-paguron di
Kabupaten Serang. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa
menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak dan remaja terhadap pencak silat.
“Peserta ada 35 orang dari 33 paguron pencak silat Kabupaten Serang,”
ujarnya.








0 comments:
Post a Comment