< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Menko Airlangga Sebut Perdagangan Indonesia Bisa Surplus 3 Tahun Mendatang

Senin, 17 Februari 2020 | Senin, Februari 17, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-17T09:19:44Z
 
JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2020 mengalami defisit sebesar USD 864 juta. Defisit ini terjadi karena nilai ekspor Indonesia hanya mencapai USD 13,41, sedangkan nilai impor tercatat sebesar USD 14,28 miliar.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui, kinerja perdagangan Indonesia memang belum terlalu moncer. Sebab, kebijakan yang disiapkan pemerintah untuk neraca perdagangan Indonesia baru akan terasa dalam jangka panjang.
Beberapa kebijakan pemerintah pun sudah dilakukan di antaranya adalah implementasi biodisel atau B30 dan juga mendorong substitusi impor.
"Ya kan kita masih bekerja jangkanya jangka menengah, bukan jangka pendek ya. Terima kasih," kata Airlangga ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (17/2).
Airlangga menyebut Indonesia baru akan keluar dari defisit paling tidak butuh bertahun-tahun. Di mana target dicanangkan pemerintah sendiri yakni dalam kurun waktu tiga tahun. "(Kapan surplus?) ya kan target 3 tahun," singkatnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2020 mengalami defisit sebesar USD 864 juta. Defisit ini turun tipis dibandingkan dengan posisi Januari 2019 yang tercatat sebesar USD 1,06 miliar.
Kepala BPS, Suhariyanto, menyatakan nilai laju ekspor pada Januari 2020 tidak seimbang dibandingkan nilai impornya. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.
Di mana nilai ekspor sebesar USD 13,41 miliar atau turun 7,16 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan, impor tercatat sebesar USD 14,28 miliar atau turun 1,60 persen dari Desember 2019.
Neraca perdagangan Januari 2020 defisit USD 0,86 miliar atau USD 864 juta lebih kecil dibandingkan Januari 2019. Pada Januari 2019 defisit USD 1,06 miliar," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS.
Secara rinci, Suhariyanto membeberkan pada komoditas migas tercatat minus USD 1,18 miliar. Sedangkan, non migas mengalami surplus sebesar USD 317 juta. Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit USD 481,1 juta dan hasil minyak defisit USD 935,1 juta. Namun, pada gas tercatat surplus USD 235 juta.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update