< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Walikota Syafrudin Resmikan Kampung Dongeng

Wednesday, 5 February 2020 | Wednesday, February 05, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-05T13:01:00Z


KOTA SERANG-Kampung dongeng yang dipusatkan di Lingkungan Wakaf, Kelurahan Tembong Kota Serang, diresmikan langsung oleh Walikota Serang Syafrudin, Sabtu (23/11/2019). Kampung dongeng ini hadir, dibuka secara khusus untuk mengedukasi orang tua dan anak tidak adiktif atau kecanduan gadget.
“Ini inovasi baru, pemikiran baru di Tembong atau Kota Serang, ada kampung dongeng,” kata Syafrudin.
Syafrudin mengapresiasi keberadaan kampung dongeng. Kampung tersebut sangat positif dalam memberi pendidikan bagi anak-anak. “Mudah-mudahan ini bisa dicontoh kampung lain. Ini contoh gerakan baru,” katanya.
Masih menurut Syafrudin, banyak manfaat dan pelajaran dari dongeng. Selain mencegah anak dari hal-hal negatif, membuat anak lebih dekat dengan orang tua.
“Anak yang biasanya main di luar, HP dan sebagainya bisa lebih terarah dengan dongeng. Sebagaimana saya kecil orang tua selalu beri dongeng sebelum tidur,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua Kampung Dongeng Kota Serang, Neneng Runtase mengatakan, diluncurkannya kampung dongeng untuk menceriakan anak-anak. “Jadi, kita ingin mengalihkan anak dari gadget,” katanya.
Selain di Kota Serang, kampung dongeng juga sudah ada di Kota Cilegon, Tangerang Selatan, dan Balaraja. “Kita (kampung dongeng Kota Serang) sudah berdiri dari Agustus dan sekarang peresmian. Total di Indonesia sudah 150,” kata Neneng.
Menurut Neneng, pengaruh gadget sangat besar bagi anak-anak. Salah satunya sosial emosi si anak menjadi kurang. Kemudian, anak menjadi egois dan mudah marah. “Adanya kampung anak, mereka jadi fun game dan melatih kreativitas anak. Mereka juga bisa bercerita sendiri,” ujarnya (uci/red)
[21:56, 11/24/2019] Uci: Rano Alfath Rembug Sosialisasi 4 Pilar Bersama Masyarakat Tangerang
TANGERANG – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Moh Rano Alfath mengundang ratusan masyarakat untuk hadir dan berdiskusi dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan Republik Indonesia yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kecamatan Pinang, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (24/11/2019).
Acara ini digelar dalam rangka bersilaturahim serta mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan akan nilai-nilai luhur bangsa yang mesti hidup dalam tiap diri masyarakat Indonesia, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ditemani dengan seorang narasumber, Mustofa yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Banten sekaligus tokoh masyarakat di Kecamatan Pinang, Rano menggambarkan kondisi bangsa Indonesia kini yang dinamis namun kontra produktif bagi penguatan wawasan kebangsaan. Hasilnya, tak heran kalau pemberitaan belakangan ini kerap diwarnai dengan berita tentang intoleransi, ujaran kebencian, berita palsu, dan aksi-aksi terror.
Salah satu hal yang disoroti Rano adalah penyebaran paham radikalisme yang semakin genting dan sudah menjadi isu nasional, “Oknum-oknum yang menyebarkan paham radikalisme ini tidak kenal golongan dan usia, mereka akan terus membentuk jaringan demi jaringan sehingga tujuan mereka terlaksana, yaitu untuk mendelegitimasi pemerintah,” ungkap Rano dengan tegas.
Legislator muda itupun juga menyertakan beberapa contoh aksi terror yang terjadi belakangan ini sebagai pendukung argumennya. “Insiden penusukan pak Menkopolhukam Wiranto, bom di Sarinah, bom bunuh diri di Mapolresta Medan, dan lain-lain. Contoh-contoh ini sudah lebih dari cukup untuk mengingatkan kita bahwa upaya pengkhianatan terhadap Pancasila, UUD, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika itu nyata adanya dan sudah semakin parah,” tambah Rano.
Maka dari itu Rano mengingatkan, bahwa masyarakat kini harus sadar dan kembali ke nilai-nilai luhur bangsa. Dengan merefleksi, menginternalisasi dan menanamkan mindset atau jalan pikiran yang bersumber dari nilai-nilai tersebut, maka masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengembangkan keterbukaan lengan, hati, dan pikiran terhadap sesama umat. “Empat pilar ini bukan semata-mata doktrin pemerintah atau sebatas dokumen negara, tapi empat pilar ini adalah kita. Nilai yang terkandung dalam empat pilar ini merupakan perwujudan kita sebagai bangsa Indonesia,” pungkas Rano seusai memaparkan materi.
Dalam acara ini, terdapat juga sesi tanya jawab yang berdurasi sekitar 20 menit. Masyarakat bertanya seputar tantangan Indonesia di era 4.0 dan bagaimana wawasan kebangsaan dapat menjadi jawaban akan tantangan tersebut.
Selepas acara, Rano mengungkapkan harapannya agar layaknya generasi milenial dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia mengamalkan nilai-nilai tersebut, agar terciptanya kondisi yang kohesif, inklusif, dan toleran.
Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi umpan balik bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update