![]() |
| Menteri sosial Juliari P Batubara hadir saat penyaluran bantuan untuk 50 ponpes di Tunjung Teja, Jumat (12/6/2020) |
SERANG, (KB).- Menteri Sosial (RI) Juliari P
Batubara setidaknya sudah tiga kali berkunjung ke Serang dalam waktu
kurang dari tiga bulan belakangan. Hal itu dilakukan karena Mensos
menilai Serang merupakan daerah penyangga ibu kota yang harus terus
diperhatikan.
Mensos Juliari P
Batubara membantah jika alasan sering kunjungannya tersebut karena Serang sebagai
daerah terparah yang terdampak Covid-19. Namun kata dia, kunjungan itu
dilakukan lebih karena Serang meruapkan daerah penyangga DKI Jakarta dan
letaknya pun tidak jauh dari DKI.
“Saya kira tidak
demikian (Dianggap daerah terparah terdampak Covid-19) ini kan penyangga DKI
tidak jauh dari DKI dan salah satu wilayah terdampak serius otomatis kami beri
perhatian ekstra,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui usai
memberikan bantuan 10 ribu paket sembako di Pondok Pesantren Sohibul Muslimin
di Kecamatan Tunjung Teja, Jumat (12/6/2020).
Hadir dalam kunjungan
tersebut, mantan Mensos RI sekaligus
pengasuh ponpes Sohibul Muslimin, Bahtiar Chamsyah, Kapolda Banten Irjen Pol
Fiandar, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kapolres Serang AKBP Mariyono, puluhan
kiai, dan ustadz.
Juliari mengatakan,
Serang juga merupakan daerah yang bisa menjadi episentrum dari Covid- 19. Oleh
karena itu perlu diberikan perhatian ekstra, sehingga harapannya jika daerah
episentrum cepat dicover daerah lain akan lebih cepat pulih.
Selain itu kata dia,
dalam kunjungannya ke ponpes tersebut juga atas undangan dari mantan Mensos
sekaligus pengasuh ponpes Sohibul Muslimin Bahtiar Chamsyah. Dirinya mengaku
senang bisa berkunjung sekaligus memberikan bantuan berupa 10 ribu paket
sembako untuk 50 pondok pesantren.
“Mudah mudahan bisa
dimanfaatkan. Kami kedepannya siap
mendukung ponpes apabila butuh bantuan kami karena sudah tugas kami,”
katanya.
Kemudian lanjut dia,
jika ada ponpes lain yang butuh bantuan pun dipersilakan. Pihaknya mengaku
sudah menggelar rapat dengan Kementerian Agama dan Kementrian PMK, bahwasanya
akan ada beberapa ponpes yang diberikan bantuan nantinya.
“Nanti kita lihat
datanya karena belum tentu santri di ponpes (belum dapat bantuan) bisa saja
sudah terima bantuan, sehingga data di cleanshing lagi,” ucapnya.
Disinggung soal masih
banyaknya protes masyarakat terhadap bantuan dari Kemensos untuk warga
terdampak Covid, Juliari mengatakan, data tersebut asalnya dari daerah. Sebab
daerah yang mengirim data tersebut ke Kemensos.
“Jadi saya berharap
sebelum data dikirim ke Kemensos dilakukan verifikasi ulang terhadap para
penerima sehingga data yang dikirim lebih baik. Itu data daerah, kami terima
data dari daerah,” tuturnya.







0 comments:
Post a Comment