Wednesday, 10 June 2020

Pangan Bermasalah Jika Tak Ada Stimulus Ekonomi di Perdesaan


STIMULUS DI PERDESAAN I Petani memanen padi di Provinsi Banten, beberapa waktu lalu. Pemerintah diimbau agar stimulus di sektor pertanian tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial tetapi juga mendorong rumah tangga perdesaan lebih produktif sehingga diharapkan bisa mempertahankan ketersediaan pangan.
JAKARTA – Pemerintah diimbau se­gera menyalurkan stimulus ekonomi ke sektor pertanian yang bersifat produktif agar menopang output beberapa komo­ditas pangan yang cenderung menurun akibat pandemi Covid-19. Selain itu, kinerja sektor tanaman pangan juga di­perkirakan memburuk akibat prediksi guncangan penawaran lainnya seperti penurunan produktivitas tenaga kerja dan risiko variabilitas iklim El Nino pada produksi pangan.
Demikian hasil penelitian bertajuk Prediksi Berbasis Skenario terhadap Si­tuasi Ekonomi dan Pangan di Indonesia akibat Covid-19, yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dirilis 5 Juni.
Anggota tim peneliti Dikky Indrawan, kepada Koran Jakarta, Selasa (9/6), me­ngatakan, berdasarkan hasil peneliti­an, stimulus yang digenjot pemerintah saat ini lebih banyak bersifat konsumtif. Meskipun penting, bantuan sosial, jelas­nya, hanya untuk meningkatkan daya beli, bukan untuk membuat masyarakat produktif.
“Bansos itu kalau pemerintah ada duit, kalau tidak atau habis, maka dam­paknya akan lebih besar. Beda dengan stimulus produktif, petani bisa bekerja, menjadi lebih produktif, sehingga me­reka kuat menghadapi krisis,” kata Dikky.
Menurut dia, dalam riset menunjuk­kan dari berbagai skenario tanpa stimu­lus ekonomi menunjukkan bahwa indi­kator ekonomi Indonesia memburuk. Khusus sektor pangan akan menghada­pi masalah jika tidak dilakukan mitigasi dengan stimulus ekonomi.
Sebab itu, diusulkan agar stimulus ke sektor pertanian tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga men­dorong rumah tangga perdesaan lebih produktif. Jika stimulus tersebut tepat sasaran diharapkan bisa mempertahan­kan ketersediaan pangan.
Beberapa stimulus yang diusulkan antara lain subsidi pupuk dan benih, obat-obatan, serta sarana dan prasarana pertanian termasuk pembangunan sa­luran irigasi dan embung untuk meng­antisipasi kekeringan.
Selain itu, juga perlu diberikan sub­sidi bunga kredit dengan memperkuat kelembagaan petani melalui koperasi yang bisa menjelma mengarah ke kor­poratisasi petani, serta memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Selanjutnya diperlukan juga relak­sasi kredit untuk input sektor pertanian. Untuk sektor peternakan dan perikanan, kebijakan yang dibutuhkan ialah bantu­an pakan ternak, alat tangkap dan sarana serta prasarana perikanan,” katanya.
Demikian juga dengan program pa­dat karya yang selama ini lebih banyak ke infrastruktur, sebaiknya diarahkan ke sektor pertanian.
Kucuran stimulus tersebut, paparnya, sangat penting karena selama pandemi jumlah penduduk di desa meningkat karena penduduk yang sebelumnya be­kerja di sektor informal di perkotaan ba­nyak yang kembali ke desa. Begitu juga dengan para pekerja migran Indonesia yang kembali ke dalam negeri.
Kondisi tersebut, kata Dikky, otomatis menambah beban desa sebagai penyang­gah pangan di saat krisis. Makanya, perlu terobosan untuk memperkuat ketahanan pangan di perdesaan agar produksi kem­bali meningkat. Ia pun berharap, stimu­lus yang tepat sasaran akan memacu produksi ke depan sehingga mengurangi kebergantungan pangan impor.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP), yang merupakan rasio pendapat­an petani terhadap pengeluaran rumah tangga, turun 0,85 persen menjadi 99,47 pada Mei dari bulan sebelumnya. Nilai di bawah 100 itu menunjukkan, pengeluar­an petani lebih tinggi dari pendapatan.
Ini artinya, petani mengalami keru­gian. Jika dibiarkan terus tanpa membe­ri insentif dikhawatirkan mereka akan mengalihkan fungsi lahannya menjadi properti.
Berdayakan Koperasi
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meng­akui bahwa rantai distribusi produk-pro­duk pertanian selama ini terlalu panjang, sehingga petani kurang memperoleh manfaat yang optimal. Justru jalur dis­tribusi yang panjang tersebut, katanya, malah menguntungkan pedagang yang menjadi bagian dari rantai distribusi.
“Ke depan, kita akan memberdaya­kan koperasi di tingkat kecamatan agar bisa menaungi klaster-klaster komo­ditas di beberapa desa, sehingga me­miliki bargaining position (posisi tawar) harga yang lebih baik,” kata Syahrul.
Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri berupaya mengantisipasi lonjak­an kebutuhan pangan selama new nor­mal dengan fokus meningkatkan pro­duksi pangan pokok serta kelancaran distribusi.
Selain sisi produksi, pihaknya fo­kus mempermudah akses transportasi, menjaga stabilisasi harga, mengem­bangkan buffer stock (stok penyangga) dan intervensi melalui operasi pasar.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

SELAMAT HARI JADI KOTA TANGSEL

SELAMAT HARI JADI KOTA  TANGSEL

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support