JAKARTA - Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI ) Adib Khumaidi mengungkap, sebanyak 115 dokter meninggal karena terpapar virus Corona
(covid 19 ) orona . Adapun, dokter yang paling banyak meninggal karena virus Corona terdapat di Provinsi Jawa Timur (Jatim).Data terakhir yang diperoleh Adib, jumlah dokter yang meninggal di Jawa
Timur ada sebanyak 29 jiwa. Sementara itu, angka kematian dokter di
Medan, Sumatera Utara, juga cukup tinggi. Kata Adib, sekira 21 dokter di
Medan yang meninggal karena terpapar Covid-19."Paling banyak di Jawa Timur, dari Jawa Timur data terakhir 29, nomor
duanya kemudian, Medan dua hari yang lalu 20 tambah 1 sekitar 21,
kemudian baru Jakarta, kemudian daerah yang lain," beber Adib saat
mengikuti diskusi virtual Polemik Trijaya, Sabtu (12/9/2020).
Adib
menekankan gugurnya para dokter tersebut seharusnya menjadi perhatian
serius. Sebab, kata Adib, 50 persen yang meninggal tersebut merupakan
dokter umum. Sisanya, dokter spesialis dan guru besar."Jadi memang resiko itu terjadi, ah ini perlu juga saya mengklarifikasi
bahwa pandangan atau pendekatan pada saat melihat jumlah Dokter yang
meninggal itu dibedakan, kalau kemudian berkaitan dengan masalah
verifikasi yang berkaitan dengan santunan mungkin sampai sekarang hanya
sekitar 30an karena itu kaitannya dengan verifikasi," ucapnya.
Adib
mengakui bahwa beberapa dokter yang meninggal tersebut bukan yang
menangani secara langsung pasien Covid-19. Namun memang, ia hanya ingin
mengingatkan bahwa dokter yang merupakan garda terdepan penanganan virus
corona, rentan terpapar Covid-19.
"Jadi ini pemahamannya yang
harus disamakan pada saat kita bicara jumlah dokter yang sekarang
meninggal bukan berarti itu tidak sama datanya, tidak, karena kita
melihat dari aspek yang lebih luas problem terpaparnya dokter bisa dalam
semua aspek pelayanan dan semua prakter kedokteran termasuk manajemen,"
pungkasnya.

.gif)