JAKARTA – Pemerintah tidak akan bertumpu pada ketersediaan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 yang disebabkan penularan virus korona. Sambil mengembangkan vaksin, pemerintah terus berupaya mencegah penyebaran virus korona serta menekan angka kematian.
“Kami ingin sampaikan, Satgas selalu menekankan vaksin tak bisa jadi tumpuan untuk mengatasi pandemi Covid-19,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).
Wiku menegaskan pemerintah terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan menggencarkan tes, pelacakan kontak, serta memperbanyak ruang perawatan atau isolasi. Pemerintah juga terus berupaya melakukan sosialisasi agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
Wiku mengingatkan kunci untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah kedisiplinan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk terus melakukan 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak aman, serta mencuci tangan secara rutin.
“Kami mohon masyarakat tak hanya bertumpu pada vaksin,” kata Wiku.
Vaksin Covid-19 saat ini masih dalam tahap uji klinis. Pemerintah menargetkan vaksin bisa tersedia pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Indonesia bekerja sama dengan sejumlah negara untuk mendapatkan vaksin, misalnya dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, dan perusahaan Uni Emirat Arab, Group 42. Selain itu, Indonesia melalui lembaga Eijkman juga mengembangkan vaksin sendiri yang dinamai vaksin Merah Putih.
Kenaikan Drastis
Wiku menyatakan pengabaian protokol kesehatan oleh masyarakat menyebabkan kenaikan drastis kasus baru Covid-19. “Kenaikan kasus dapat terjadi karena beberapa hal. Yang pertama memang masyarakat belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wiku.
“Dan hal ini diperburuk dengan perilaku masyarakat yang masih sering berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan,” kata dia.
Kedua, menurut Wiku, seiring dengan berjalannya waktu, Satgas Covid-19 melihat masyarakat makin lengah dan mengabaikan protokol kesehatan.
“Masyarakat seolah tidak memiliki empati meski telah menyaksikan begitu banyak korban yang muncul setiap hari menjadi kasus positif Covid-19,” ucap Wiku.
Ia meminta masyarakat terus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan demi menekan laju penularan Covid-19. “Kami mengimbau agar masyarakat betul-betul bisa bekerja sama dengan pemerintah karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan kolaborasi bersama masyarakat untuk dapat menekan angka penularan,” kata dia.
Adapun berdasarkan data Kamis pukul 12.00 WIB, diketahui terjadi penambahan 4.634 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor tertinggi terkait penambahan jumlah pasien Covid-19 dalam sehari. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 262.022 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.
Wiku meminta masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah seperlunya saja. Jika keperluan sudah selesai, masyarakat diimbau untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Kegiatan bertemu teman atau kerabat sepulang bekerja sebaiknya dihindari karena bisa jadi hal tersebut menjadi sumber penularan virus korona.
“Kita tak pernah tahu siapa orang di sekitar kita yang carrier (membawa virus). Sebaiknya cepat pulang, jangan nongkrong dulu,” ujar Wiku.

.gif)