JAKARTA – Presiden Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak waspada dan mencegah penyebaran Covid-19 pada saat liburan panjang. Hal ini diungkapkan Jokowi saat rapat terbatas terkait laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (12/10).
“Bapak Presiden tadi mengatakan beberapa waktu sebelum ada libur panjang harus saling mengingatkan sehingga kita semuanya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak terjadi tambahan kasus pada saat liburan,” kata Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, usai rapat.
Menjelang akhir tahun akan ada liburan panjang, seperti libur Hari Raya Natal dan Libur Tahun Baru. Untuk tahun ini, hari libur nasional di akhir tahun juga ditambah dengan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri yang dipindah karena pandemi.
Selain itu, pada Oktober 2020 juga ada Hari Raya Maulid Nabi Muhammad pada 29 Oktober 2020, yang jatuh pada hari Kamis. Lewat Surat Keputusan Bersama (SKB), tiga kementerian diputuskan cuti bersama hari raya tersebut jatuh pada 30 Oktober 2020 atau hari Jumat. Artinya, akan ada libur panjang dari 29 Oktober hingga 1 November 2020.
“Presiden meminta agar semua pihak bisa ikut disiplin menjalankan protokol Covid-19,” kata Doni.
Komitmen Vaksin
Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan Menteri BUMN, Erick Thohir, akan terbang ke Swiss dan Inggris. Kunjungan kedua menteri itu dilakukan untuk mengamankan komitmen vaksin virus korona dari Inggris dan Swiss.
“Sebentar lagi, bersama dengan Menteri BUMN dan tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris, dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa, Swiss,” kata Retno dalam konferensi pers virtual, Senin.
Lawatan ke Inggris dan Swiss adalah rangkaian kunjungan luar negeri Retno dan Erick kedua dalam rangka mengamankan vaksin. “Tujuan utama antara mengamankan komitmen sumber lain untuk vaksin Covid-19 dalam kerja sama vaksin bilateral,” kata Retno.
Retno mengatakan di Swiss dan Inggris, dia akan bertemu Menlu Inggris dan Wapres Swiss.
Sebelumnya, Retno dan Erick pada Agustus 2020 lalu berkunjung ke Tiongkok dan Uni Emirat Arab untuk mengamankan ketersediaan vaksin korona bagi Indonesia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia tercatat sebagai negara yang mampu menangani pandemi Covid-19 secara berimbang dengan kontraksi ekonomi yang menjadi dampaknya.
Bahkan, Indonesia termasuk dalam lima besar jajaran negara yang mampu secara seimbang mengatasi dua persoalan itu.
“Indonesia ini kontraksi ekonomi relatif lebih rendah dibanding negara lain. Kita termausk top lima negara yang bisa menangani secara berimbang antara Covid-19 maupun penurunan kontraksi ekonomi,” ujar Airlangga dalam talkshow daring bersama Satgas Penanganan Covid-19 di kanal YouTube BNPB, Senin.

.gif)