![]() |
| Anies Baswedan menghabiskan waktu libur di hari Minggu dengan membaca buku How Democracies Die. FOTO/INSTAGRAM/@Aniesbaswedan |
JAKARTA - Postingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedandi media sosial Twitter menjadi perbincangan alias viral di media sosial.
Melalui akun Twitternya, Anies Baswedan membagikan fotonya yang sedang membaca sebuah buku bersampul hitam berjudul "How Democracies Die". Mengisi aktivitas akhir pekannya, Anies yang mengenakan kemeja putih dan sarung merah marun terlihat serius membaca buku itu
Hingga pukul 14.10 WIB, postingan Anies sudah ditanggapi 1.700 komentar,
diretweet 2.500 orang, dan disukai 2.100 netizen. Postingan Anies
ditanggapi banyak komentar. Ada yang memuji, nyinyir, adapula yang
mengkritik keras.
"Selamat pagi Bapak Presiden 2024. Judul
bukunya sangat mengena sekali. Demokrasi harus dihidupkan kembali
mskipun ibaratnya masih berat karena harus melawan Goliath & bapak
adalah motornya," tulis pemilik akun Twitter @Tweet_Watchonly.Lain lagi dengan komentar pemilik akun @debu2_digital yang meminta Anies
untuk terus membaca buku. "Mohon teruslah membaca, untuk warga DKI
Jakarta. Kami tak sempat membaca, karena beban hidup kami makin berat
saat ini. Terima kasih telah membuat Jakarta menjadi lebih baik untuk
kami," tulisnya.
Postingan Anies juga ditanggapi nyinyir netizen
dengan menyinggung Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 silam.
"Selamat Pagi...Ngeri bacaan nya.... Matinya Demokrasi. Persis 2017
..... Demokrasi mati....akibat jual ayat dan mayat," tulis pemilik akun
@Maknyus_wae.Sementara itu, pemilik akun @Soendeel menyemangati Anies Baswedan. Dia
menilai foto Anies tidak dipahami oleh kelompok barisan sakit hati
karena kalah Pilgub DKI Jakarta pada tahun 2017 silam.
"Bacaan
yang epik. Kode keras. Yang paham saja. Buat para barisan sakit hati
karena kalah Pilkada gak akan paham. Maju terus Pak Anies," cuitnya.
Kicauan
@Soendeel langsung "diserang" oleh pemilik akun @Jazz24632 yang
mengutip pemberitaan media yang menyebut Pilkada DKI Jakarta 2017
brutal.
"Selamat Pagi ... Selamat Ngopi ...How Demoracies Die
adalah saat pilkada dengan cara jualan ayat dan mayat...Pilkada paling
brutal sepanjang sejarah," cuitnya.
Begitu juga dengan komentar pemilik akun @yudinugroho99 yang menilai Anies lemah menghadapi ormas dan pedagang kaki lima liar. "Mantab bacaannya Pak Anies, kode keras sepertinya, tapi jangan
bacaannya saja yang keras Pak, namun ketika ketemu ormas dan PKL liar
jadi melempem, bukunya enggak ketemu. Democracy or Demo Crazy," cuitnya.







0 comments:
Post a Comment