![]() |
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) agar Libur Natal 2020 dan tahun baru 2021 dihapuskan mengingat masih tingginya angka kasus COVID-19 di Tanah Air.
Menanggapi
hal itu, Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengusulkan agar libur
Nataru kali ini diperpendek. Hal ini dalam rangka melindungi masyarakat
dan menjamin keamanan masyarakat dari COVID-19 “Saya justru mengusulkan juga, dalam rangka melindungi masyarakat dan
keamanan, kesehatan masyarakat dari COVID-19, saya mengusulkan juga agar
libur panjang akhir tahun, Natal dan Tahun Baru dipotong ya, enggak
usah mudik lah,” ujar Rahmad kepada SINDO Media, Senin (30/11/2020).
Karena,
lanjut Rahmad, terbukti bahwa libur panjang kemarin telah menimbulkan
efek yang signifikan. Karena, masyarakat yang masuk kategori orang tanpa
gejala (OTG) dari Jakarta banyak yang mudik ke daerah saat libur
panjang kemarin, dan dampaknya kasus positif di Jawa Tengah signifikan
naik dan memberikan dampak yang cukup banyak terhadap kasus positif
COVID-19.Itupun dilandasi dengan tracing, test, coba tidak segera dilakukan test,
secara merayap bisa lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Untung
segera pemerintah Jateng bisa langsung mengantisipasi,” jelasnya.
Sehingga,
Rahmad meminta agar penentuan libur Tahun Baru ini perlu menjadi
pelajaran bersama dengan memperpendek jumlah liburnya. Bahkan kalau
perlu, khusus libur Natal hanya diberikan pada masyarakat yang merayakan
Natal, dan untuk hari H Natal saja mengingat kondisi pandemi.
“Sama
dengan Lebaran kemarin, tidak mudik, hanya bercengkrama dengan
keluarga, bersilaturahmi dengan keluarga, tetap dengan protokol
kesehatan,” tegas Rahmad.
Menurut Politikus PDIP itu, ini perlu dilakukan sebagaimana disampaikan Jokowi bahwa kadang perlu menggunakan rem yang kuat, kadang juga perlu ada pelonggaran. Khusus terkait libur Nataru ini, nampaknya perlu rem yang kuat, apalagi pada Desember ini ada momentum besar, yakni Pilkada Serentak 2020 dan libur Nataru.
“Untuk libur panjang Tahun Baru, saya usulkan seperti itu,” ucapnya “Untuk yang pilkada, saya juga mengimbau agar melawan COVID-19 yang masih jauh dari pengendalian wajib punya punya protokol kesehatan, khususnya saudara kita yang TPS untuk menjaga jarak. Yang memobilisasi massa ke TPS, silakan diperkenankan untuk ke TPS tapi jaga jarak, selain langkah penegakan dan kita wajib 3M, tapi kebiajkan harus mendukung salah satunya dengan pemotongan libur panjang,” pungkas Rahmad.







0 comments:
Post a Comment