< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Luhut: Vaksinasi Minggu Ketiga Desember 2020

Kamis, 05 November 2020 | Kamis, November 05, 2020 WIB | Last Updated 2020-11-05T12:15:28Z

 


JAKARTA – Vaksinasi Co­vid-19 di Indonesia kemung­kinan baru dapat dilaksanakan pada minggu ketiga Desember 2020. Rencana ini mundur bila dibandingkan rencana awal yang disebut akan dimulai pada November 2020.

“Kami akan melakukan vaksinasi di minggu ketiga Desember,” kata Menteri Koor­dinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, saat menyampai­kan paparan pada acara The 7th Singapore Dialogue on Sus­tainable World Resources (SDS­WR) secara virtual, Rabu (4/11).

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah tengah melaku­kan uji klinis fase ketiga terha­dap vaksin yang dikembang­kan Sinovac dan Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

Untuk dapat melaksanakan kegiatan vaksinasi, pemerintah akan menggunakan persetuju­an penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Saya rasa (vaksinasi akan dilakukan pada) sekitar sem­bilan juta orang di wilayah spesifik yang kami percaya ber­kontribusi besar pada tinggi­nya kasus Covid-19. Di Jakarta, misalnya,” kata Luhut. “Ada se­jumlah area yang kami percaya berkontribusi besar pada kasus Covid-19 dan berikan mereka suntikan,” imbuh dia.

Menurut dia, mundurnya kegiatan vaksinasi itu bukan karena tidak adanya pasokan vaksin, melainkan BPOM me­merlukan waktu untuk mener­bitkan EUA.

Wakil Ketua Komite Pe­nanganan Covid-19 dan Pe­mulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menambahkan, pemerintah berencana menja­dikan Bali sebagai wilayah zona hijau pada awal 2021, menyusul kegiatan vaksinasi mendatang.

Teknologi Dalam Negeri

Luhut juga menjelaskan tentang perlu adanya tekno­logi produksi dalam negeri untuk penanganan pandemi Covid-19. Utamanya, untuk mendukung proses tracing, testing, dan treatment Covid-19.

“Kita harus menciptakan se­buah sistem yang dibuat oleh anak bangsa di dalam negeri untuk menanggulangi pande­mi Covid-19,” ujar Luhut.

Menurutnya, berbagai ino­vasi anak bangsa dapat di­dorong demi optimalisasi upa­ya testing, tracing, tracking, dan treatment di Indonesia.

Inovasi tes cepat berbasis antigen misalnya, memiliki akurasi yang lebih baik dari tes cepat berbasis antibodi.

“Dibandingkan dengan tes PCR, harganya juga lebih mu­rah dan hasilnya bisa keluar dalam hitungan menit. Sudah ada dua tes cepat berbasis anti­gen buatan dalam negeri yang telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan,” ung­kap Luhut.

Dia menyebut Kementeri­an Kesehatan adalah leading sector, di mana pengujian tek­nologi baru akan bermuara di Badan Penelitian dan Pe­ngembangan Kesehatan (Ba­litbangkes) Kemenkes. Balit­bangkes akan dibantu dalam pengelolaan data dan informa­si soal Covid-19.

“Mimpi saya, Indonesia pu­nya satu data kesehatan di Ke­menkes yang saling terintegrasi. Misalnya, integrasi dengan BPJS Kesehatan,” lanjut Luhut.

Selain tes cepat berbasis an­tigen, ada juga RT Lamp dan Genose. RT Lamp yang dikem­bangkan oleh LIPI menunjuk­kan kekeruhan warna untuk menentukan diagnosis, apa­kah seseorang terinfeksi virus korona atau tidak.

Sementara itu, Menteri Ri­set dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Na­sional Indonesia (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonego­ro, mengatakan, saat ini ada lebih dari 61 produk inovasi yang sedang dirancang untuk testing, tracing, tracking, dan treatment protokol kesehatan.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update