< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card 💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Kubah Budaya Gelar Diskusi Virtual Kritik Sastra untuk Pemula

Friday, 29 January 2021 | Friday, January 29, 2021 WIB | Last Updated 2021-01-29T09:33:19Z

 


SERANG – Komunitas untuk Perubahan Budaya (Kubah Budaya) menggelar diskusi umum kritik sastra untuk pemula, Kamis (28/1/2021) malam. Kegiatan berlangsung secara virtual alias daring.

Sebagai pembicara, Niduparas Erlang peraih Kusala Sastra Khatulistiwa. Menurut Nidu, proses penulisan kritik sastra selalu dimulai dengan mengapresiasi sebuah karya. Dari situ, respons pembaca terhadap karya menjadi pijakan awal untuk kritik sastra.

Kritikus merespons karya sastra dengan mengelaborasi dengan teori sastra dan sejarah sastra untuk melihat inovasi atau kebaruan suatu karya. “Umumnya, menulis karya sastra dianggap lebih sulit ketimbang menulis
kritik sastra. Dalam menulis karya sastra, seorang sastrawan dituntut
mengerahkan segala pengalaman dan pemikirannya untuk menciptakan karya sastra nyaris dari ‘ketiadaan’. Sementara dalam menulis kritik sastra, seorang kritikus ‘hanya’ dituntut berargumen secara sistematis berdasarkan (pembacaannya secara metodologis) pada karya sastra
yang sudah ada,” kata Niduparas Erlang,

Dalam diskusi yang  dimoderatori oleh Ketua Kubah Budaya Eka Ugi Sutikno, penulis novel Burung Kayu itu membahas mengenai pengantar kritik sastra mulai dari menyinggung definisi kritik sastra itu sendiri, sejarah polemik sastra di Indonesia, prinsip dasar kritik sastra, landasan dasar dan fungsi kritik sastra sendiri bagi kedinamisan karya sastra, dan bagaimana cara kita memproduksi kritik sastra.

Diskusi umum ini dihadiri oleh 34 peserta yang begitu antusias dalam menyimak pemaparan dari dosen muda, sastrawan sekaligus peneliti tradisi lisan. Terbukti adanya timbal balik dan beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta dalam sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah pemaparan materi.

“Terima kasih untuk seluruh peserta. Jangan lupa untuk terus mengikuti diskusi umum Kubah Budaya selanjutnya,” kata penutup yang disampaikan oleh Zulfa,  pengurus Kubah Budaya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update