< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Keluarga TKI Terancam Hukuman Mati di Dubai: Pak Presiden Jokowi, Tolong Kami

Monday, 24 May 2021 | Monday, May 24, 2021 WIB | Last Updated 2021-05-24T16:32:45Z

 

Enung Arminah, kakak Nenah Arsinah menunjukkan foto adikknya yang terancam hukuman mati karena dituduh membunuh di Dubai, Uni Emirat Arab.

 MAJALENGKA - Ancaman hukuman mati   yang dihadapi Nenah Arsinah  Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tempatnya bekerja, Dubai menghadirkan kesedihan pada segenap keluarganya. Apalagi, Nenah yang merupakan warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka , Jawa Barat diyakini tidak melakukan kejahatan pembunuhan seperti yang dituduhkan kepadanya.

Kakak Nenah, Enung Arminah yakin adiknya tidak melakukan tindak kriminal yang berujung pada meninggalnya sopir si majikan. Keyakinan Enung itu diperkuat keteguhan Nenah yang berani bersumpah tidak melakukan pembunuhan. “Demi Allah, demi Rosulullah, kata adik saya, ‘saya tidak melakukan itu,’ kata Enung.

Dari penuturan adiknya, nasib yang membuatnya terancam hukuman mati berawal dari tipuan sang majikan. Beberapa saat setelah sopirnya meninggal, Nenah disodorkan kertas bertuliskan arab gundul untuk ditandatanganinya. Kepada Nenah, jelas dia, sang majikan perempuan itu mengatakan bahwa dia akan dinikahkan dengan tetangga sang majikan.

“Adik saya nggak ngerti. Dia (majikan) bilang ‘kamu harus tandatangan sama orang Filifina. Pas ditandatangi, dia (majikan) bilang mau ngasih uang yang banyak, mau menikahkan adik saya yang namanya Nenah Arsinah. Katanya (dinikahkan) sama tukang laden yang tetangga itu,” papar dia.

Mendengar penjelaskan itu, jelas Enung, membuat adiknya merasa bahagia. Namun kebahagiaan Nenah itu tidak bertahan lama. Alih-alih segera dinikahkan, dia justru dibawa petugas polisi setempat.

“Ternyata bohong, majikan perempuan itu. Tiba-tiba nelepon polisi, adik saya diborgol, dibawa, dipukuli disuruh ngaku telah membunuh, dan zina. Padahal demi Alloh demi Rosulallah, kata adik saya, saya tidak melakukan itu," jelas dia.

Di tengah upayanya agar Nenah bisa lepas dari hukuman dan pulang kampung, Enung mengaku dirinya bersama keluarga di rumah pun mendapat musibah.

“Siapa yang mau menolong adik saya. Saya sudah tertipu berkali-kali sama orang yang akan menolong, tapi tidak satupun yang menolong adik saya. Kami mohon kepada semua perwakilan KBRI, KJRI dan sama Bapak Presiden Bapak Joko Widodo, kami mohon pertolongan,” ujarnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update