< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hati-hati Ada Peringatan dari BMKG, Jatim Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi

Minggu, 23 Oktober 2022 | Minggu, Oktober 23, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-23T11:19:51Z

 

Foto : ANTARA/HO-BMKG Juanda

Pantauan citra satelit BMKG Juanda terkait dengan peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi di Jatim.


Sidoarjo ( KONTAK BANTEN)  - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo menyebutkan jika sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi selama sepekan ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan dalam keterangan, pers Senin, mengatakan berdasarkan analisis kondisi iklim wilayah Jawa Timur saat ini memasuki masa peralihan atau pancaroba dan awal musim hujan.

"Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan," ujarnya.

Ia mengatakanhasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.

"Aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 sampai dengan +2.5 derajat celsius sehingga pasokan uap air akan semakin banyak di atmosfer," ujarnya.

Kondisi tersebut, kata dia, mempengaruhi pembentukan awanCumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es.

"Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi untuk periode tanggal 17-22 Oktober 2022," ujarnya.

Ia merinci sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk,

Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Trenggalek,

Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Malang, Batu, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

"Masyarakat diimbau untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak

membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi atau sungai-sungai, memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh atau lapuk, menertibkan baliho semipermanen, serta selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update