< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Saldo Pemda Ngendap Di Bank Capai Rp 100 Triliun

Kamis, 08 Desember 2022 | Kamis, Desember 08, 2022 WIB | Last Updated 2022-12-08T09:06:59Z

 


Sri Mul: Belanja Anggaran Memang Nggak Gampang

JAKARTA ( KONTAK BANTEN)  - Dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan masih menjadi momok menakutkan bagi Pemerintah. Kementerian Keuangan memperkirakan, saldo Pemda yang menganggur atau tak terpakai di bank sekitar Rp 100 triliun akhir tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui, dana sekitar Rp 100 triliun pada akhir tahun ini memang tidak terpakai.

“Pemda memiliki kecenderungan mulai tancap gas belanja pada akhir tahun. Itu terjadi baik di Pemerintah Pusat maupun Pemda,” jelas Sri Mulyani dalam acara serah terima hibah ba­rang milik negara Kementerian Pekerjaan Umum dan Peruma­han Rakyat (PUPR) tahap II di Jakarta, kemarin.

Pasalnya, pembayaran kon­traktor berbasis delivery, yaitu pembayaran berlangsung pada tahap akhir jika pembangunan sudah selesai.

Sri Mulyani mengakui, mem­belanjakan anggaran negara bukan perkara mudah, lantaran pengeluaran yang dilakukan tak bersifat personal.

Belanja negara termasuk daerah, memerlukan perenca­naan sebelum kemudian diek­sekusi dengan baik.

Sri Mulyani juga tidak meng­inginkan Pemda asal belanja agar anggaran habis.

"Ayo kita sama-sama mengek­sekusinya. Karena biasanya, belanja utamanya belanja modal sangat banyak tantangan. Be­lanja perlu tetap dilakukan terukur dan berdampak maksimal terhadap masyarakat,” jelas Sri Mulyani.

Menurutnya, salah satu jenis belanja yang memiliki banyak tantangan adalah belanja modal. Ini berbeda dengan belanja lainnya, seperti belanja sosial yang biasanya sangat cepat direalisasikan usai melakukan pendataan masyarakat.

Belanja pegawai seperti pem­berian gaji, tunjangan kinerja, dan lainnya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) juga cenderung cepat. Begitu pula dengan belanja barang yang relatif mudah.

Adapun belanja modal mem­butuhkan perencanaan sebelum realisasinya. Khususnya perencanaan terkait satuan kerja, penentuan pihak pengeksekusi, kontrak, pengadaan, hingga melihat secara detail ke lapangan.

“Belanja modal ini butuh tu­run ke lapangan, karena Bapak Presiden sering menyampaikan kepada para menteri bahwa kerja harus detail turun ke lapangan. Para pimpinan daerah pun harus begitu,” tegas Sri Mulyani.

Menurutnya, mendapatkan penerimaan negara itu tantangan, collect pajak secara adil. Namun, tantangan berikutnya bagaimana membelanjakannya secara benar itu juga nggak gampang.

Hingga 31 Oktober 2022, anggaran Pemda yang tersim­pan di bank mencapai Rp 278,7 triliun. Artinya, berdasarkan perkiraan Sri Mulyani, akan terdapat belanja Pemda sekitar Rp 170 triliun hanya dalam sisa 2 bulan.

Saldo Pemda yang masih mengendap di bank sempat tu­run pada Juli 2022 ke Rp 193,4 triliun. Namun, jumlahnya naik pada Agustus 2022 menjadi Rp 203,4 triliun, September jadi Rp 223 triliun dan malah semakin tinggi pada Oktober 2022.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update