< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Perilaku Fanatik Berlebihan dan Radikal Jelang Pemilu Jadi Ancaman Serius

Jumat, 03 Maret 2023 | Jumat, Maret 03, 2023 WIB | Last Updated 2023-03-03T08:50:56Z

 


JAKARTA (KONTAK BANTEN)—Pergeseran cara pandang tentang hakikat manusia dinilai kian mengkhawatirkan. Banyak perilaku fanatik, radikal, materialis, dogmatik, hedonisme, dan individualis.

Hal itu diwarnai dengan maraknya tindakan melanggar etika, hukum, sopan santun dalam bertindak maupun bertutur kata, yang sudah tidak sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia.

Khususnya menjelang Pilpres 2024, upaya saling serang bahkan dengan ujaran-ujaran kebencian antaranak bangsa kerap dijumpai di setiap lini, yang bermuara pada fanatisme mendukung capres-cawapres masing-masing.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Wahana Cinta NKRI (WIN) Silvana Rosita memandang perlunya semua komponen anak bangsa untuk menata sikap, perilaku, dan tutur kata. “Agar semuanya kembali bermuara pada hakikat manusia Indonesia dengan karakter Pancasila,” ujar Silvana, dalam keterangan, Kamis (02/03/2023).

WIN, yang merupakan organisasi pemerhati kehidupan bernegara dan berbangsa ini menggelar diskusi bertemakan “Manusia Indonesia Berkarakter Pancasila”, di Gedung Rarampa, Blok M, Jakarta, Selasa (28/02/2023). Diskusi tersebut dihadiri Prof Elwin Tobing, Immanuel Ebenezer, Prof John Pleris, Bambang Adi, Gus Sholeh, Ramu Surachman, Edi Soewandono, Ugan Gandar, dan Rudi S Kamri.

Silvana mengatakan, diskusi itu diadakan karena akhir-akhir ini pihaknya melihat pertikaian, ujaran kebencian, dan bahkan kekerasan marak dimana-mana. “Ada degradasi moral dari anak-anak bangsa apalagi menjelang Pilpres 2024. Sampai terjadi pertengkaran antar teman yang menjadi panastisme terhadap paslonnya masing-masing yang pada intinya ini sama-sama anak bangsa,” lanjutnya.a mengajak semua komponen anak bangsa kembali bersatu, di bawah payung Pancasila. Bahu-membahu membawa perubahan moral yang lebih baik. Baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan. “Harus ada kontinuitas, back to karakter Pancasila dan integrasi,” ungkap Silvana. Ia berharap, berbagai gagasan lahir dari diskusi sarasehan ini. Terlepas dari segala pro-kontranya.Selain itu, yang dicanangkan Presiden Jokowi semestinya sesuai dengan pandangan Pancasila hingga menyentuh ke akarnya yaitu pandangan hidup. “Ini adalah akar dari hakekat manusia itu sendiri yaitu berkarakter Pancasila,” tandasnya. Ia berpandangan, kurikulum Pancasila sejak usia dini sangat dibutuhkan untuk kekuatan bangsa. “Jangan sampai ditanyakan Pancasila tidak hapal,” pungkasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update