< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card 💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Diminta Koordinasi dengan Daerah Penyangga

Thursday, 24 August 2023 | Thursday, August 24, 2023 WIB | Last Updated 2023-08-24T09:22:40Z

 


 

 JAKARTA (KONTAK BANTEN) —DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar lebih lincah dalam memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota. Salah satunya, meningkatkan koordinasi dengan daerah penyangga untuk menekan polusi dari pabrik.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menuturkan, perlu upaya besar dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi penyebab polusi udara. “Pemprov DKI Jakarta harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah penyangga untuk bersama-sama mengatasi polusi udara. Khususnya polusi udara dari pabrik yang beroperasi di daerah perbatasan dengan Jakar­ta,” kata Ida di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/08/2023).

Selain itu, Ida meminta, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menginstruksikan seluruh lurah, Pengurus Rukun Warga (RW) dan Pengurus Rukun Tetangga (RT) untuk mengingatkan war­ganya agar tidak keluar rumah jika tidak penting, seperti saat pandemi Covid-19. “Kita tahu polusi udara mem­beri dampak buruk terhadap kesehatan. Tentu kita harus menjaga diri, paru-paru kita dengan tidak keluar rumah,” ujarnya.

Dia juga meminta Pemprov DKI agar mengevaluasi sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk mene­kan polusi sehingga dapat diketa­hui efektivitasnya. Disebutkannya, Upaya yang sedang dilakukan Pemprov DKI antara lain mem­buat hujan buatan dan menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Diharapkan Politisi PDI Perjuangan ini, kebijakan-kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakar­ta tersebut membuahkan hasil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto memaparkan sejumlah strategi yang telah dan akan dilakukan pihaknya guna mengatasi polusi di Jakarta. Di antaranya, penerapan 50 persen sistem kerja WFH, menggencarkan uji emisi kendaraan bermotor, merekayasa cuaca dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) agar turun hujan dan penerapan tilang emisi ken­daraan bermotor.

Asep mengungkapkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah melaku­kan modifikasi cuaca dengan TMC pada Senin (21/08/2023). Namun hujan hanya terjadi di wilayah Bogor, Pamulang dan Depok. “Hujan di Pamulang dan Bogor terjadi hari Minggu. Sedangkan dan Depok hanya gerimis,” tutur Asep.

Asep menjelaskan, Jakarta tidak hujan karena tidak ada awan. Menurutnya, TMC belum bisa dilakukan di Jakarta hingga 29 Agustus. “Kami dan BMKG dan BRIN akan mencoba lagi dengan me­masang semacam generator di beberapa gedung di Jakarta,” sambungnya.

Dia menjelaskan, generator itu semacam teknologi penghembusan uap air ke udara. “Nanti malam akan ada rapat pemasangan generator, ada upaya-upaya lainnya untuk memodifikasi cuaca kembali, tapi mungkin tidak dengan turun hujan,” jelasnya.

Diakui Asep, musim kemarau panjang yang diperkirakan ber­langsung hingga bulan Novem­ber akan menyebabkan polusi udara bakal semakin lama. Asep mengajak semua pihak untuk berpartisipasi memper­baiki kualitas udara. “Perlunya keterlibatan semua pihak dalam gerakan mengurangi polusi udara,” ujarnya(
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update