< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemerintah Komitmen Dorong Kemandirian Pesantren

Minggu, 08 Oktober 2023 | Minggu, Oktober 08, 2023 WIB | Last Updated 2023-10-08T14:13:28Z

 

Foto : istimewa

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas

 JAKARTA (KONTAK BANTEN)  - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, memastikan, pihaknya berkomitmen mendorong kemandirian pesantren. Presiden RI, Joko Widodo, kata dia, mengamanahkan untuk memperhatikan ekonomi pesantren.

"Beberapa hari lalu saya bertemu Presiden Joko Widodo, mengamanahkan untuk lebih memperhatikan ekonomi pesantren," kata Menag, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (8/10).

Dia berharap, program Kemandirian Pesantren dapat dirasakan seluruh warga pesantren hingga masyarakat luas. Menurutnya, dengan ekonomi pesantren yang kuat maka dakwah akan lebih mudah tersampaikan di tengah masyarakat.

Menag mengatakan, ekonomi pesantren harus dikembangkan mulai dari pelatihan hingga pemasaran hasil produk untuk memakmurkan lingkungan pesantren. Dengan demikian, harus ada kegiatan produktif di lingkungan pesantren.

"Terkait hal ini, Kementerian Agama bisa memberikan stimulan/rangsangan untuk mengembangkan sekaligus mendorong ekonomi pesantren. Di sinilah titik penting program ekonomi pesantren," jelasnya.

Hari Santri

Sebelumnya, Menag meluncurkan logo peringatan Hari Santri 2023 dengan mengusung tema "Jihad Santri Jayakan Negeri". Hari Santri sendiri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015.

Dia mengatakan, Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski memiliki makna historis, Menag juga menekankan makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata.

"Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital," ujarnya.

Menag menambahkan, ada juga jihad di bidang ekonomi. Menurutnya, para santri harus berdiri di depan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Yaqut juga menekankan terkait jihad politik, di mana para santri harus menjadi teladan dalam momentum demokrasi, memilih pemimpin secara rasional dan terbaik. Jangan memilih pemimpin yang ambisius dan suka menggunakan politik identitas saat kampanye.

"Dalam momentum politik tahun depan, saya minta santri harus solid dan satu barisan. Jaga kesejukan, kerukunan, dan jauhi orang-orang yang menggunakan agama untuk kepentingan praktis," tandasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update