Sejak perang Israel-Hamas meletus 7 Oktober lalu, aksi demonstrasi
besar-besaran digelar oleh jutaan warga di berbagai belahan dunia untuk
menunjukkan rasa solidaritas terhadap rakyat Palestina. Di Kuba, aksi solidaritas untuk Palestina dipimpin langsung oleh Presiden Miguel Diaz-Canel.
Mengutip Al Arabiya
pada Sabtu (25/11), demonstrasi yang diikuti oleh sekitar 100.000 orang
itu berlangsung selama hari Kamis (23/11), di jalan-jalan utama Havana.
Diaz-Canel bersama istrinya, Lis Cuesta, dan para pejabat
ikut berjalan bersama para demonstran sejauh 2 kilometer, melewati depan
Kedutaan Besar AS.
Mereka mengenakan syal keffiyeh Palestina berwarna hitam-putih, dan spanduk berisi tuntutan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Seorang
mahasiswa jurusan fisika di Universitas Havana, Cristina Diaz,
menyampaikan keresahannya sebagai anak muda terhadap konflik di Gaza.
Menurutnya serangan Israel terhadap warga Palestina sudah termasuk kejahatan genosida.
“Apa
yang diinginkan oleh generasi muda yang ikut serta dalam aksi ini
adalah agar serangan terhadap Palestina dihentikan,” tegasnya.
Warga Palestina yang belajar kedokteran di Kuba juga ambil bagian.
“Terima
kasih banyak kepada masyarakat dan pemerintah Kuba yang selalu
mendukung Palestina,” kata Isaam Aldawodeh, 22, salah satu mahasiswa.Aksi unjuk rasa tersebut merupakan yang terbesar dari beberapa
demonstrasi pro-Palestina yang diadakan di Kuba sejak perang dimulai
0 comments:
Post a Comment