TANGERANG (KONTAK BANTEN) —Sebanyak 58.257 warga Kabupaten Tangerang masuk ke dalam kategori miskin ekstrem. Kemiskinan itu berpotensi menciptakan balita stunting.
Untuk menyelesaikan kedua persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan program gerakan bersama atasi kemiskinan ekstrem dan cegah stunting (Gebrak Tegas), Kamis (14/12).
Pj Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono mengatakan berdasarkan data tahun 2022, tingkat kemiskinan ekstrem di wilayahnya mencapai 1,5 persen dari total penduduk. Persentase itu setara dengan 58.257 jiwa.
“Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan upaya intervensi dan berinovasi untuk melakukan pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui program Gebrak Tegas untuk dapat menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang hingga 0 persen,” kata Andi Ony Prihartono, Kamis (14/12).
Andi menegaskan, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Tangerang diperlukan kerja sama yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemangku jabatan. Maka dari itu, Andi meminta agar seluruh elemen dan forkopimda fokus serta konsistem dalam menjalankan program Gebrak Tegas.
“Kepada perangkat daerah yang akan diberikan tugas untuk mengawal kecamatan dan desa miskin ekstrem serta stunting, saya minta untuk saling berkoordinasi secara intensif dan simultan dalam intervensinya. Agar, hasilnya efektif dan efisien, ” pintanya.
Andi berharap melalui program Gebrak Tegas ini, wilayah-wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam penurunan kemiskinan dan stunting seperti Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga, tidak ada lagi masyarakat miskin di Mauk.
“Saya berharap melalui peluncuran Gebrak Tegas di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk menjadi komitmen bersama seluruh stakeholder, para mitra dan pemangku kebijakan. Sehingga target penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi 0 persen dapat segera terwujud, ” harapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menambahkan, bahwa kasus stunting terhadap balita di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, kasus stunting di desa tersebut mencapai 494 balita. Maka dari itu, Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk menjadi lokus utama di Kabupaten Tangerang dalam pencanangaan program Gebrak Tegas.
“Pemilihan lokasi di Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk karena dari data Dinkes Mauk memiliki kasus stunting pada balita cukup tinggi sebanyak 494 orang,” ungkap pria yang biasa disapa Rudi Maesyal.
Kata Rudi, untuk mengentaskan kemiskinan dan stunting di Desa Tegal Kunir Lor. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama para mitra telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam program Gebrak Tegas. Diantaranya, pembangunan jamban, sarana air bersih, bantuan benih ikan, bantuan bibit cabe kepada para petani, dan pemberian vitamin kepada para ibu-ibu hamil. Selain pemberian bantuan kepada masyarakat, pihaknya juga memberikan edukasi dan sosialisasi hidup sehat kepada masyarakat dan para calon pengantin.
0 comments:
Post a Comment