< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

90 rumah hingga kantor desa Kabupaten Serang terendam banjir

Tuesday, 17 June 2025 | Tuesday, June 17, 2025 WIB | Last Updated 2025-06-18T04:59:14Z

 

Petugas BPBD Kabupaten Serang, Banten, saat mengecek kondisi banjir di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Rabu (18/6/2025).

 KAB SERANG KONTAK BANTEN  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 90 rumah, kantor desa, hingga sekolah terendam banjir usai diguyur hujan lebat pada Selasa (17/6) malam.

Berdasarkan data yang diterima dari BPBD Kabupaten Serang, Rabu, banjir terjadi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Baros tepatnya di Kampung Pulo Kiong, Desa Baros yang mengakibatkan 23 rumah, 14 kios, hingga kantor kepala desa terendam banjir.

Selanjutnya di Kecamatan Pulo Ampel, di Kampung Gunung Butak dan Kampung Buah Gede, Desa Banyuwangi, serta Kampung Sumurwuluh, Desa Margasari, ada 67 rumah, satu musala, dan Sekolah MTS Al-Jauharotunnaqiah, teredam banjir.

Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang Joni Effendi, di Serang, Rabu, mengatakan pihaknya menerima informasi pada Selasa (17/6) pukul 23.00 WIB dan segera memberangkatkan personel untuk melakukan validasi data serta penanganan warga terdampak banjir.

"Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul di Pulo Ampel serta kondisi drainase yang sempit, sehingga air meluap ke permukiman warga," ujarnya.

Untuk tinggi muka air mulai dari 40 sampai 50 cm kini mulai berangsur surut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Masyarakat masih memilih bertahan di rumah masing-masing.

Untuk mengantisipasi bencana serupa pada masa mendatang, Joni mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri, seperti memetakan potensi bencana di wilayahnya, menyimpan nomor darurat, dan menjaga lingkungan terutama saluran air dan resapan.

“Musim hujan adalah hal yang rutin terjadi. Yang penting adalah kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update