< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Warga Panimbang Resah Langit Berubah Merah Darah, Ini Penjelasan BMKG

Friday, 19 December 2025 | Friday, December 19, 2025 WIB | Last Updated 2025-12-20T03:03:56Z

 




BANTEN KONTAK BANTEN  Masyarakat di sekitar pesisir Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten merasakan keresahan atas terjadinya fenomena langit berwarna merah darah pada Kamis (28/12/2025) kemarin sore.

Salah seorang warga Kecamatan Panimbang Doni (36) mengaku sempat terkejut saat melihat langit berwarna merah darah usai hujan deras yang melanda sejak hari Rabu (17/12/2025) lalu.

Pasalnya, Doni mengaku, dirinya baru kali pertama melihat langit berwarna merah darah sepanjang hidup di kawasan pesisir Pantai Panimbang.

“Kaget lah, itu kejadian kemarin hari Kamis sekuat jam 6 sore. Itu setelah hujan kan dari kemarinnya. Selama puluhan tahun hidup di Panimbang, baru itu langit merah darah gitu, kalau dari sunset biasanya kekuningan gitu, kalau ini beda banget,” kata Doni, Jumat (19/12/2025).

Dikatakan, Doni, akibat fenomena tersebut, masyarakat di wilayah pesisir Pantai Panimbang tengah dilanda kekhawatiran akan terjadinya bencana usai berubahnya langit menjadi warna merah darah.

“Duh pada cemas orang sini mah, pada takut aja, takutnya itu pertanda bakal ada bencana karena baru pertama terjadi berubah warna merah gitu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Hartanto menerangkan, terjadinya langit berwarna merah darah yag terjadi di wilayah pesisir Pantai Panimbang, Kabupaten Pandeglang sebagai fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan rayleigh (rayleigh scattering).

“Itu kejadian alami. Jadi ada pembiasan cahaya matahari saat matahari berada di posisi rendah atau menjelang terbenam. Dan cahaya matahari harus menempuh jarak lebih jauh melalui atmosfer bumi untuk sampai ke mata,” kata Hartanto dalam keterangannya, Jumat (19/12).

Selain itu, lanjut Hartanto, adanya hamburan spektrum yang menjadikan atmosfer menyaring warna bergelombang pendek sehingga membuat warna dengan gelombang panjang seperti merah dan jingga yang mampu menembus atmosfer dan tertangkap oleh mata manusia.

“Warna merah yang tampak sanga pekar itu biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air atau kelembapan atau adanya partikel aerosol atau debu polutan di udara. Dan mengingat wilayah Banten sedang musim hujan, kandungan uap air di atmosfer cukup jenuh yang memperkuat efek pantulan warna merah pada awan di sekitarnya,” ungkapnya.

Meski begitu, dikatakan Hartanto, masyarakat untuk tidak terlalu khawatir atas fenomena tersebut, namun tetap memantau informasi tentang cuaca yang disampaikan melalui kanal sosial media BMKG.

“Dihimbau masyarakat tetap tenang, jangan panik. Dan kami himbau juga masyarakat tetap pantau informasi cuaca resmi dan terkini melalui platform media sosial kami,” tandasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update