Melonjaknya
harga daging sapi, membuat minat pembeli menjadi menurun. Sehingga,
kondisi itu dikeluhkan oleh pedagang daging sapi di Pasar Kranggot, Kota
Cilegon.
Salah seorang pedagang sapi di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Asep mengatakan, tingginya harga daging sapi membuat dirinya kesulitan untuk menormalkan kembali harga daging sapi tersebut. “Dua bulan yang lalu sejak bulan Desember kenaikannya,” ucap Asep, Senin 26 Januari 2026.
Dikatakan Asep, saat ini harga sapi hidup dengan berat sapi 250 kilogram per ekornya mencapai Rp59 juta dari harga Rp53 Juta. Akibatnya harga daging sapi kini mencapai Rp130 hingga Rp140 ribu per kilogramnya.
“Dulu masih Rp50 ribu per kilogramnya. Sekarang Rp58 ribu per kilogramnya, beli sapi hidup. Kalau pembelian Rp58 ribu pembelian sapi hidup per kilogramnya. Kalau dijual di pasaran ketemunya Rp140 ribu per kilogramnya,” ujar Asep.
Terpisah, Kepala UPT Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon, Siti Rogayah menyebut, salah satu penyebab meningkatnya harga daging sapi yakni, menurunnya pasokan sapi dari Rusia. Menurut Rogayah, kondisi itu berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Ada beberapa permasalahan itu dari masa tahun 2017 ke 2026 dan pasokan sapi dari Australia yang terjadi kenaikan. Harusnya, pedagang di kami menjual di atas Rp 130 ribu. Namun, pedagang -pedagang di sini masih bertahan di harga Rp130 ribu,” ucap Rogayah.







0 comments:
Post a Comment