PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Banjir yang kerap melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, terus berulang dan kini merupakan banjir yang kelima kalinya terjadi terhitung sejak akhir Desember 2025 lalu.
Diketahui, banjir yang terjadi diakibatkan meluapnya aliran Sungai Cilemer dan Cimoyan, serta beberapa anak sungai, dipicu intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa hari.
Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman menyatakan, dibutuhkan penanganan jangka panjang sesegera mungkin. Karena, jika dibiarkan terus menerus seperti ini, maka banjir yang merendam ratusan permukiman warga akan terus terjadi.
“Kami berharap, segera lakukan penanganan jangka panjang, seperti pembangunan sodetan disepanjang Sungai Cilemer, lakukan normalisasi sungai, serta penanganan lainnya,” kata Ilman, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, banjir yang kelima kalinya ini sudah terjadi sejak Sabtu (10/1/2026), dengan ketinggian air antara 60 cm – 70 cm. Aktivitas warga, secara otomatis terganggu.
Ditambahkannya, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, sambil mengamankan barang – barang berharga, serta berharap banjir segera surut.
“Kami tegaskan kembali, sebelumnya juga banjir melanda wilayah kami, sekitar 2 Minggu lalu. Dapat dibayangkan jika intensitas hujan terjadi setiap minggu, maka dipastikan setiap minggu juga kami dan ratusan warga di sini kebanjiran,” pungkasnya.
Ditegaskannya, Kecamatan Patia itu memang dikelilingi Sungai, seperti Sungai Cilemer, Ciliman, Cimoyan, bahkan ada lebih dari empat anak sungai yang alirannya melintas Desa Idaman.
Sementara, relawan kemanusiaan Desa Idaman, Kecamatan Patia, Endang mengaku, sejak Sabtu (10/1/2026) pagi air mulai naik dan menggenang permukiman warga.
Alhasil, warga tak dapat beraktivitas seperti biasanya. Bahkan, untuk memasak kebutuhan sehari-harinya saja kesulitan.
Dikatakannya, akhir Desember 2025 jelang libur Nataru saja, wilayah Desa Idaman, Kecamatan Patia, sudah 2 kali dilanda banjir. Kemudian, awal Januari 2026 pasca perayaan tahun baru.Ditambah, sekarang banjir lagi. Ini betul-betul butuh perhatian khusus dari pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat,” tukasnya.
Yang paling dikhawatirkan tambah anggota Boedak Suang Rescue (BSR) ini, hujan tak henti dalam beberapa hari, lantas ketinggian air akan terus naik.
“Saat ini, warga tetap diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati. Karena cuaca masih mendung dan hujan grimis masih mengguyur wilayah setempat,” pungkasnya.







0 comments:
Post a Comment