TANGSEL KONTAK BANTEN Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan uji coba pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang. Pengiriman perdana dilakukan dengan volume sekitar 50 ton sampah dan dilaksanakan secara bertahap.
“Betul, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memulai pengiriman perdana sampah ke TPA Cilowong, Kota Serang. Pada pengiriman perdana tersebut, volume sampah yang diangkut sekitar 50 ton dan dilakukan secara bertahap serta terukur,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, Tubagus Asep Nurdin dalam keterangan yang diterima, Minggu (4/1/2026).
Tubagus menjelaskan bahwa sampah yang dikirim merupakan sampah baru atau sampah harian, bukan sampah lama yang menumpuk di TPA Cipeucang.
“Sampah yang dikirim merupakan sampah baru atau sampah harian, bukan sampah lama yang berada di TPA Cipeucang. Langkah ini dilakukan agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan,” jelas Tubagus.
Dirinya menambahkan, kerja sama antara Pemkot Tangerang Selatan dan Pemerintah Kota Serang masih berada pada tahap uji coba yang berlangsung selama satu pekan. Selama masa tersebut, kedua belah pihak akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kerjasama ini masih dalam tahap uji coba selama satu pekan. Selama masa uji coba tersebut, kami bersama Pemerintah Kota Serang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan dan sosial,” katanya.
Pemkot Tangerang Selatan memastikan seluruh proses pengiriman sampah dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus menyiapkan solusi jangka panjang agar pengelolaan sampah di Tangsel dapat berjalan lebih berkelanjutan ke depan.
“Pemkot Tangerang Selatan memastikan seluruh proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas daerah, sambil terus menyiapkan solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” sebut Tubagus.
Selain itu, Pemkot Tangsel mengklaim terus melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di sejumlah ruas jalan dan titik-titik yang sempat mengalami penumpukan. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Pemkot saat ini memprioritaskan pengangkutan sampah di lokasi-lokasi yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan lalu lintas.
Proses pengangkutan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kapasitas armada dan kondisi operasional tempat pembuangan sementara. Pemkot memastikan langkah yang diambil tidak bersifat reaktif, tetapi melalui pemetaan agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Walaupun begitu, persoalan sampah yang sedang dihadapi oleh kota berjuluk anggrek belum sepenuhnya selesai. Meski berbagai upaya dilakukan, pemandangan sampah menumpuk masih terjadi. Salah satunya berada didepan Pasar Ciputat, pada hari ini.







0 comments:
Post a Comment